Stock Split vs Reverse Stock Split

Diterbitkan 15/10/2018, 10/32

Bagaimana cara kita investor dan trader saham menyikapi aksi korporasi perusahaan supatya kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal dan menghindari kerugian dan risiko yang tidak perlu? Yuk kita belajar tentang dampak dari aksi korporasi terhadap harga saham.

Ada banyak sekali aksi korporasi yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Salah satu diantaranya adalah:

1. STOCK SPLIT

Apa itu stock split? Stock split merupakan salah satu aksi korporasi yang biasa dilakukan oleh perusahaan. Stock split berarti perusahaan memecah harga sahamnya menjadi beberapa kali lebih kecil, bisa lebih kecil 5 kali, 8 kali atau bahkan 10 kali lebih kecil.

Beberapa investor atau trader yang masih pemula ketika melihat perusahaan melakukan stock split akan terkejut, karena melihat harga sahamnya menjadi lebih kecil dari harga sebelumnya.

Mereka mengira bahwa harga sahamnya jatuh, padahal sebenarnya bukan harga sahamnya yang jatuh, akan tetapi yang terjadi adalah harga saham tersebut mengecil karena stock split.

Lalu apakah investor akan rugi jika terjadi stock split?

Tentu saja tidak, meskipun sekilas terlihat harga saham jatuh akan tetapi jumlah saham yang dimiliki oleh investor atau tersebut bertambah. Misalkan Anda punya satu lembar saham seharga Rp 10.000 / lembar, jika perusahaan melakukan stock split dengan rasio 1:5, maka setiap satu saham Anda akan menjadi 5 lembar. Harga setelah stock split menjadi RP 2.000 / lembar.

Meskipun secara harga turun, akan tetapi secara value nilainya tetap sama. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika sampai terjadi stock split, karena meskipun harga turun, namun nilai saham yang Anda miliki akan tetap sama.

Apa Tujuan Perusahaan Melakukan Stock Split?

Lalu untuk apa perusahaan melakukan stock split? Salah satu tujuan dari perusahaan melakukan stock split adalah supaya harga saham menjadi lebih murah atau terjangkau dan menjadi semakin likuid.

Perusahaan – perusahaan seperti apa yang melakukan stock split?

Perusahaan – perusahaan yang melakukan stock split ini biasanya adalah peruhsaan – peruhsaan yang sudah tumbuh, peruhsaan yang sudah premium yang harga sahamnya terus naik menjadi semakin premium, semakin mahal dan sulit dijangkau untuk investor ritel. Dengan demikian, dengan dilakukannya stock split ini maka harga saham menjadi lebih terjangkau dan saham ini pun bisa mejadi lebih likuid lagi untuk diperdagangkan.

Stock split ini biasanya dilakukan oleh perusahaan – perusahaan yang berfundamental bagus, mengapa demikian? Karena logikanya jika satu emiten, harga sahamnya terus naik dalam jangka panjang biasanya perusahaan tersebut adalah perusahaan yang betul – betul bisa menghasilkan laba yang konsisten dari tahun ke tahun.

Inilah yang Namanya stock split, hal ini berbanding terbalik dengan aksi korporasi reverse stock split.

2. REVERSE STOCK SPLIT

Apa itu reverse stock split? Reverse stock split adalah kebalikan dari aksi korporasi stock split. Lalu apa bedanya apa?

Kalau aksi korporasi stock split membagi satu saham menjadi beberapa saham dan harganya dibagi dengan jumlah saham setelah stock split, adapun reverse stock split adalah menggabung beberapa saham menjadi menjadi satu.

Contohnya jika ada satu saham senilai RP 100 / lembar, lalu dilakukan reverse stock split dengan rasio 5:1. Artinya 5 lembar saham lama digabung menjadi satu saham baru, jika harga satu lembar saham adalah RP 100 maka jika terjadi reverse stock split, maka 5 lembar seharga RP 100 / lembar menjadi satu lembar seharga RP 500 / lembar.

Jadi jika Anda punya 100 lot saham seharga RP 100 / lembar, maka sekarang Anda memiliki 20 lot saham sehagra RP 500 / lembar.

Lalu perusahaan seperti apa yang melakukan aksi korporasi reverse stock split ini? Aksi korporasi reverse stock split ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang harga sahamnya terus turun, sehingga perlu dilakukan aksi korporasi reverse stock split.

Tujuannya untuk apa?

Tujuannya adalah untuk memperbaiki likuiditas dan juga untuk memperbaiki tingkat kepercayaan investor maupun trader terhadap saham tersebut. Mengapa demikian?

Karena jika harga saham tersebut terus turun, maka image atau persepsi investor maupun trader terhadap saham tersebut menjadi kurang baik, sehingga dilaukan aksi korporasi reverse stock split.

Jadi sebagai seorang investor maupun trader saham, saham mana yang kita pilih untuk kita investasikan atau untuk kita tradingkan? Apakah saham yang perusahaannya melakukan aksi korporasi stock split? Atau saham yang perusahaannya melakukan aksi korporasi reverse stock split?

Tentu setelah kita pelajari bersama, saham yang seharusnya Anda pilih adalah saham yang perusahaanny melakukan aksi korporasi stock split, bukan reverse stock split.

Mengapa demikian?

Karena biasanya perusahaan – perusahaan yang melakukan stock split ini adalah perusahaan yang memiliki fundamental yang bagus, dibandingkan dengan perusahaan yang melakukan aksi korporasi reverse stock split.

Salam profit!

Ellen May Institute

Komentar terkini

Terimakasih atas pencerahanya Mba Ellen, yang belakangan ini ada nga contoh perusahaan yg melakukan stok split dan yang reverse split.
Terimakasih atas pencerahanya Mba Ellen, yang belakangan ini ada nga contoh perusahaan yg melakukan stok split dan yang reverse split.
Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2026 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.