AS siap memulai perang dengan Iran pada hari Sabtu
Sesuai ekspektasi analisis fundamental konsensus, Federal Reserve - the Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) meningkatkan suku bunga acuan dua kali tahun 2017 ini sebesar 1,25% dari 1% sebelumnya, pada pertemuan 2 hari kebijakan moneter AS Rabu dini hari pekan lalu dan mempertahankan pandangan bahwa kenaikan suku bunga satu kali lagi pada akhir tahun secara bertahap tetap berada dalam jalur.
Setelah the Fed mengumumkan hasil keputusan rapat tersebut, emas mengalami tekanan ke bawah yang cukup kuat karena emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga dan dolar AS yang lebih tinggi.
Seperti terlihat pada analisa teknikal grafik short term 4H di atas, terlihat logam kuning ini terus mengalami tarikan gravitasi ke bawah dan mendekati area demand biru dengan trendline juga dapat dijadikan penentu pergerakan emas selanjutnya. Untuk near term, emas diharapkan akan menembus breakout area demand biru tersebut menuju ke salah satu area demand biru yang lain dan trendline serta fibonacci juga harus dilihat sebagai next stop transit harga di bawah nanti.
Namun, harga emas dapat berbalik memantul naik pullback bila dipicu ketidakpastian global yang kembali membuncah seperti tes rudal Korea Utara, situasi politik non-majority parlemen Inggris & perundingan Brexit, politik pemilu di Zona Eropa; Parlemen Perancis & Pemilihan PM Jerman di tahun ini, bailout Yunani, krisis finansial bank-bank Eropa; Deutsche Bank di Jerman & Bank Populer di Spanyol yang telah diakuisisi oleh Bank Santander senilai hanya 1 euro namun dengan hutang yang menggunung serta yang termutakhir adalah drama politik Washington, isu penyelidikan Trump oleh Jaksa Agung AS dalam dugaan intervensi Rusia pada Pilpres Amerika Serikat tahun 2016 lalu. Semua peristiwa tersebut dapat memberikan dukungan positif bagi emas jika terus berlanjut dalam ketidakpastian global.
Lebih lanjut untuk medium term, Weekly Chart Emas menunjukkan pola sideways dalam rentang yang dibatasi oleh area supply atas dan demand bawah dengan bias tren masih meningkat terpengaruh oleh akumulasi ketidakpastian global saat ini.
Tren penguatan logam mulia bisa ditopang oleh trendline yang dapat dijadikan patokan emas untuk pullback naik kembali serta pergerakan harga juga dapat dipantau price action-nya saat telah menyentuh area demand bawah. Dan sebaliknya apabila area supply merah ditembus breakout kuat ke atas dengan bertahan di atas area supply merah maka peluang emas untuk menguat cukup besar.
Finally, long term bias tren chart monthly emas juga menunjukkan pola pergerakan hampir sama dengan tren medium term weekly yang masih sideways dengan bias kekuatan meningkat. Harga emas juga masih bergerak di atas moving average 200 & 100 yang mengindikasikan bahwa kans emas untuk coba menguat terjaga cukup baik dengan trendline & area demand biru dapat dijadikan patokan beli pengamatan dengan sangat teliti saat harga menyentuh dua indikator tersebut plus MA200 & MA100.
