Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

PDB Jepang Kuartal III Turun Dampak Inflasi Tinggi dan Melemahnya Yen

Dunia 15/11/2022 08:53
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
USD/JPY
-0,04%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
JPY/USD
+0,08%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Ambar Warrick

Investing.com - Perekonomian Jepang tanpa diduga berkontraksi pada kuartal III, data awal menunjukkan pada hari Selasa, pasalnya tingkat inflasi yang memburuk dan depresiasi lebih lanjut dalam yen sangat melemahkan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Produk domestik bruto (PDB) turun 0,3% dalam tiga bulan hingga 30 September, data dari Kantor Kabinet menunjukkan, berbeda dari ekspektasi untuk pertumbuhan sebesar 0,3% dan jatuh jauh di bawah angka kuartal sebelumnya sebesar 1,1%.

Pada basis tahunan, PDB Jepang menyusut 1,2%, meleset dari ekspektasi untuk pertumbuhan 1,1% dan turun substansial dari angka 4,6% pada kuartal sebelumnya.

Angka tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan pada ekonomi Jepang dari kenaikan inflasi, di mana indeks harga konsumen inti mencapai level tertinggi delapan tahun pada bulan September. Hal ini, ditambah dengan depresiasi yen yang dalam, telah membuat belanja konsumen - pendorong utama ekonomi Jepang - sebagian besar lemah tahun ini.

Yen mencapai level terendah 32 tahun awal tahun ini, dan telah berjuang pulih dari level tersebut karena kesenjangan yang melebar antara suku bunga lokal dan internasional. Mata uang ini melemah 0,3% setelah data hari Selasa, diperdagangkan sekitar 140,36 terhadap dolar.

Sedangkan konsumsi pribadi tumbuh sedikit lebih baik dari perkiraan 0,3% pada kuartal III, masih melambat secara substansial dari pertumbuhan 1,2% pada kuartal sebelumnya.

PDB yang berkontraksi juga menunjukkan bahwa sikap akomodatif yang diadopsi oleh Bank of Japan, yang mempertahankan suku bunga negatif selama hampir satu dekade, mungkin lebih banyak merugikan daripada menguntungkan, terutama untuk yen.

Pelemahan yen sangat meningkatkan biaya impor di Jepang, khususnya bahan bakar dan bahan baku. Hal ini mendorong peningkatan biaya untuk produsen, yang pada gilirannya diteruskan kepada konsumen.

Inflasi harga produsen Jepang saat ini berada pada tren tertinggi selama 41 tahun.

Meningkatnya biaya juga menghalangi perusahaan-perusahaan untuk berbelanja besar. Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan belanja modal Jepang tumbuh 1,5% pada kuartal III, lebih rendah dari ekspektasi 2,1% dan turun dari data kuartal terakhir sebesar 2,4%.

Pabrikan Jepang juga menghadapi melemahnya permintaan luar negeri karena risiko resesi global, yang telah membuat defisit perdagangan Jepang meningkat hampir sepanjang tahun.

Data hari Selasa menunjukkan bahwa dorongan ekonomi dari pengurangan pembatasan era COVID hanya bersifat sementara, dan negara ekonomi terbesar ketiga di dunia ini memiliki jalan panjang menuju pemulihan.

PDB Jepang Kuartal III Turun Dampak Inflasi Tinggi dan Melemahnya Yen
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email