Breaking News
Ambil Diskon 40% 0
Baru! 💥 Dapatkan ProPicks untuk tahu strategi yang mengungguli S&P 500 hingga 1,183%+ Klaim diskon HINGGA 40%

Tak Penuhi Kewajiban Force Delisting, BEI Larang Pemiliknya Cari Modal di Bursa

Diterbitkan 18/04/2023 14:57 Diperbarui 18/04/2023 15:15
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters. Tak Penuhi Kewajiban Force Delisting, BEI Larang Pemiliknya Cari Modal di Bursa
 
RIMO
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
ENVY
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
POSA
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NUSA
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
SKYB
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
TDPM
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

 

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) sementara ini belum dapat melakukan penghapusan paksa pencatatan atau force delisting terhadap saham-saham perusahaan yang mengalami penghentian sementara (suspend) lebih dari dua tahun.

Pasalnya, emiten emiten yang telah mengalami suspend lebih dari 2 tahun belum dapat melaksanakan kewajiban yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 3/POJK tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal mewajibkan emiten tersebut membeli kembali sahamnya yang beredar di publik.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna bahwa kebijakan pembelian kembali saham beredar tersebut merupakan bentuk perlindungan investor. Tapi perusahaan terancam force delisting itu umumnya mengalami gangguan kelangsungan usaha akut.

“Tapi, harus ada yang bertanggung jawab untuk buy back saham. Misalnya Pemegang Saham Pengendali atau pemegang saham utama,” kata dia kepada media, Selasa(18/4/2023).

Ia bilang regulator bursa masih memberi kesempatan kepada pihak tersebut sampai pihak tersebut memenuhi kewajibannya.

“Kalau tidak, akan kami catat sebagai pihak yang memiliki catatan khusus. Bahkan mereka tidak bisa melakukan aksi korporasi di bursa,” ancam dia.

Untuk diketahui,  Peraturan Bursa No.: I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, Bursa dapat menghapus saham Perusahaan Tercatat apabila:

a. Ketentuan III.3.1.1, Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai

b. Ketentuan III.3.1.2, Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24  bulan terakhir

Adapun saham saham yang telah mengalami suspend lebih dari 2 tahun sebagai berikut :  Cowell Development Tbk (JK:COWL),  Magna Finance Tbk (JK:MGNA), Sugih Energy Tbk (JK:SUGI), Leyand International Tbk (JK:LAPD), Nipress Tbk (JK:NIPS), Polaris Investama Tbk (JK:PLAS), Pool Advista Indonesia Tbk (JK:POOL), Armidian Karyatama Tbk PT (JK:ARMY), Envy Technologies Indonesia Tbk PT (JK:ENVY),  Panasia Indo Resources Tbk (JK:HDTX), Bliss Properti Indonesia Tbk PT (JK:POSA), Sri Rejeki Isman Tbk (JK:SRIL), Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JK:JKSW), Eureka Prima Jakarta Tbk (JK:LCGP), Triwira Insanlestari Tbk (JK:TRIL), Tridomain Performance Materials PT (JK:TDPM), Kertas Basuki Rachmat Indonesia (JK:KBRI), Grand Kartech Tbk (JK:KRAH), Sinergi Megah Internusa Tbk PT (JK:NUSA), Mitra Pemuda Tbk PT (JK:MTRA),  Northcliff Citranusa Indonesia Tbk PT (JK:SKYB), Rimo International Lestari Tbk PT (JK:RIMO),  Siwani Makmur Tbk (JK:SIMA), Hotel Mandarine Regency Tbk PT (JK:HOME), Inti Kapuas Arowana Tbk (JK:IIKP), Smr Utama Tbk (JK:SMRU), Trada Maritime Tbk (JK:TRAM), Hanson International Tbk (JK:MYRX), dan Trikomsel Oke Tbk (JK:TRIO).

 

Tak Penuhi Kewajiban Force Delisting, BEI Larang Pemiliknya Cari Modal di Bursa
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email