Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Soal AJB Bumiputera, Pengamat: Akar Masalahnya Ada di BPA

Pasar Saham06/08/2021 23:30
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Soal AJB Bumiputera, Pengamat: Akar Masalahnya Ada di BPA

Pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan akar permasalahan yang membelit Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera ada pada Badan Perwakilan Anggota (BPA). Berbagai permasalahan yang terjadi di Bumiputera diyakini justru dipicu oleh tidak dilaksanakannya konsep mutual secara murni dan konsekuen oleh BPA.

Untuk diketahui, AJB Bumiputera merupakan perusahaan asuransi swasta murni yang berbentuk mutual. Bentuk badan usaha mutual merupakan konsep usaha dimana masing-masing Peserta/Pemegang Polis menjadi pemilik perusahaan.

Sebagai pemilik usaha, pemegang polis memiliki kewenangan yang besar menentukan arah Bumiputera. Sesuai Anggaran Dasar Bumiputera, kewenangan pemegang polis diwakilkan oleh Badan Perwakilan Anggota (BPA).

Ketentuan Anggaran Dasar Nomor 15 Bab IV Pasal 8 ayat (1) menyebutkan bahwa BPA sebagai perwakilan para pemegang polis merupakan Lembaga tertinggi di Bumiputera. Baca Juga: Buntut Rekening Diblokir, Nasabah Bumiputera Sekuritas Minta Ganti Rugi

Piter menceritakan, bila ditelusuri lebih jauh memang akar masalahnya ada pada BPA. Sebagai usaha bersama, BPA dipilih tidak didasarkan pada besarnya polis dan kepemilikan. Memang sangat demokratis, tetapi ternyata proses pemilihan ini dapat memunculkan moral hazard.

"Karena BPA dipilih dr 11 wilayah kerja mereka dan diusulkan masing-masing calon kepada kepala wilayah-wilayah, sehingga ada keterkaitan ada hubungan antara yang diusulkan dan yang jadi dan menimbulkan faksi-faksi jadi tidak solid. Dan ini memunculkan moral hazard antara yang terpilih dan yang tadinya mencalonkan," ujar Piter dalam diskusi virtual bertajuk Urgensi Pembentukan BPA dalam Penyelesaian AJB Bumiputera di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Permasalahan yang kedua, lanjut Piter, adalah tingginya kewenangan BPA dalam mengatur operasional AJB Bumiputera. Berbeda dengan Pemegang Saham Pengendali di Perseroan Terbatas yang hanya menentukan arah strategis perusahaan, BPA di Bumiputera ikut menentukan operasional perusahaan.

Intervensi BPA di manajemen sangat dalam, termasuk misalnya dalam hal pengadaan barang. Kontradiktif dengan intervensinya yang sangat dalam terkait operasional perusahaan, BPA justru tidak cepat tanggap terhadap permasalahan-permasalahan strategis. Baca Juga: Bantu Permodalan, OJK Ajak UMKM Akses Securities Crowdfunding

"Dari catatan OJK itu sangat jelas BPA masuk dalam operasionalnya, melakukan intervensi dalam operasionalnya AJB Bumiputera. Jadi BPA yang selama ini ikut dalam pengambilan keputusan yang brsifat operasional, sementara keberadaannya sudah ada potensi moral hazard yang bisa mempengaruhi pengambilan keputusan yang sifatnya operasional. Jadi BPA yang posisinya strategis ini masih mencampuri persoalan operasional tapi di sisi lain tidak mampu mengambil keputusan-keputusan strategis," jelas Piter.

Oleh sebab itu, sudah saatnya Otoritas mengambil Langkah-langkah yang lebih tegas. Kekosongan BPA harus diakhiri. Bumiputera harus segera memiliki BPA yang legitimate untuk selanjutnya membentuk pengelolaa Bumiputera (komisaris dan direksi) yang professional. Hanya dengan demikian maka manajemen Bumiputera bisa bergerak menghidupkan Bumiputera yang saat ini mati suri.

BPA bersama-sama dengan pengelola Bumiputera kemudian bisa menerapkan pasal 38 Anggaran Dasar dan menginisiasi sidang luar biasa Bumiputera untuk memutuskan apakah Bumiputera akan dipertahankan tetap berdiri atau dilikuidasi. 

"Apabila Sidang Luar Biasa memutuskan tetap berdiri, maka kerugian akan dibagi prorata diantara para anggota Bumiputera. Tatacara pembagian kerugian diatur dalam sidang BPA. Penerapan Pasal 38 AD Bumiputera yang merupakan roh dari usaha bersama diyakini adalah solusi terbaik bagi Bumiputera tanpa melibatkan negara," tuturnya.

Soal AJB Bumiputera, Pengamat: Akar Masalahnya Ada di BPA
 

Artikel Terkait

IHSG Merosot 0,93% Jelang Keputusan Fed
IHSG Merosot 0,93% Jelang Keputusan Fed Oleh Investing.com - 20/09/2021

Oleh Lisa Monica Investing.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,93% atau 56,93 poin ke level 6.076,32 pada penutupan sesi kedua hari ini (20/9). Sepanjang perdagangan...

Penutupan Sesi Kedua, IHSG Terkoreksi 0,93%
Penutupan Sesi Kedua, IHSG Terkoreksi 0,93% Oleh Warta Ekonomi Online - 20/09/2021

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,93% ke level 6.076,32 pada penutupan sesi kedua, Senin, 20 September 2021. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email