Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Saham Asia Pasifik Melemah, Investor Terus Tinjau Risiko Omicron

Pasar Saham 29/11/2021 09:59
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
AXJO
-1,23%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
JP225
-1,84%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
HK50
+0,33%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
US10Y...
+0,65%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
JKSE
+0,07%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
KS11
-0,71%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Gina Lee

Investing.com - Saham-saham di Asia Pasifik mayoritas bergerak melemah pada Senin (29/11) pagi. Pasar kembali tenang bahkan saat investor terus menilai risiko pemulihan ekonomi global yang ditimbulkan oleh virus COVID-19 terbaru, omicron.

Nikkei 225 Jepang turun 0,15% ke 28.708,00 pukul 09.46 WIB menurut data Investing.com dan KOSPI Korea Selatan turun 0,43% di 2.923,80.

Di Australia, ASX 200 stabil di 7.279,30. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 0,07% di 6.556,69 pukul 09.56 WIB.

Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,71% ke 23.908,50.

Shanghai Composite China turun 0,17% di 3.558,17 pukul 09.50 WIB sedangkan Shenzhen Component naik tipis 0,14% di 14.798,37. Sebuah studi Universitas Peking menyebutkan China akan menghadapi lonjakan besar kasus COVID-19 dalam skala di luar apa pun yang belum pernah dilihat negara lain jika akan dibuka kembali dengan cara yang mirip dengan AS.

Saham-saham di AS naik, dan patokan imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik di atas 1,50%. Pergerakan ini menunjukkan pasar telah tenang setelah aset berisiko jatuh pada hari Jumat imbas ditemukannya strain omicron dari COVID-19.

Dua ahli kesehatan Afrika Selatan, termasuk ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan Angelique Coetzee, mengindikasikan varian omicron menunjukkan adanya gejala ringan sejauh ini. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa perlu waktu untuk meninjau jenis ini dan telah mengklasifikasikannya sebagai "varian yang menjadi perhatian".

Kepala petugas medis Moderna Inc. (NASDAQ:MRNA) Paul Burton mengatakan suntikan yang diformulasikan ulang untuk jenis baru dapat tersedia pada awal 2022.

Apakah wabah omicron adalah ketakutan singkat atau pukulan yang lebih serius terhadap pemulihan ekonomi yang sudah tertekan oleh prospek kebijakan moneter yang lebih ketat masih terbuka untuk diperdebatkan.

“Kami benar-benar membutuhkan lebih banyak jawaban untuk mengetahui dampaknya terhadap pertumbuhan. Aset berisiko menentukan harga dalam ketidakpastian,” kepala strategi harga global TD Securities Priya Misra mengatakan kepada Bloomberg.

Investor lain lebih optimis.

“Pasar telah diperdagangkan melalui semua varian COVID-19 sebelumnya dan baru saja menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Harapan saya adalah kita akan melakukan hal yang sama untuk yang satu ini,” kata manajer portofolio Tribeca Investment Partners Pty, Jun Bei Liu kepada Bloomberg.

Investor pekan lalu mendorong kembali perkiraan waktu kenaikan suku bunga 25 basis poin pertama oleh Federal Reserve AS hingga Juli dari Juni 2022. Namun, Presiden Fed Bank of Atlanta Raphael Bostic mengecilkan risiko ekonomi dari varian COVID-19 baru, ia mengatakan terbuka untuk mempercepat pengurangan aset guna mengendalikan kenaikan inflasi.

Saham Asia Pasifik Melemah, Investor Terus Tinjau Risiko Omicron
 

Artikel Terkait

JPMorgan Rekrut 2.000 Karyawan Secara Global
JPMorgan Rekrut 2.000 Karyawan Secara Global Oleh Pasar Dana - 30/09/2022 1

  Pasardana.id - JPMorgan Chase & Co (NYSE:JPM) pada Jumat (30/9/2022) mengumumkan rencana perekrutan 2.000 karyawan secara global sampai akhir tahun ini. Seperti dilansir Reuters,...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email