Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Perkuat Ekosistem Industri Halal, BSI Gandeng UNS

Pasar Saham10/09/2021 20:48
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Perkuat Ekosistem Industri Halal, BSI Gandeng UNS

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia melakukan kerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) terkait pemanfaatan layanan jasa dan produk perbankan syariah. 

Melalui berbagai produk unggulan, BSI siap melayani civitas akademika UNS yang terdiri dari 3.727 pegawai dengan 34.412 mahasiswa aktif yang tersebar di 11 fakultas, 1 sekolah vokasi, dan pascasarjana.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi mengatakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BSI dengan UNS hari ini merupakan wujud kolaborasi untuk mendukung peningkatan ekosistem industri halal nasional melalui produk dan jasa layanan perbankan sesuai prinsip syariah.

“Dengan kerjasama ini, kami berharap seluruh keluarga besar Universitas Sebelas Maret dapat memanfaatkan produk dan layanan Bank Syariah Indonesia, sehingga BSI dapat menjadi mitra pilihan utama UNS dalam pengelolaan keuangan sehingga kerjasama yang dilakukan semakin berkembang,” kata Hery Gunardi, Kamis (9/9/2021). Baca Juga: Kemensos dan BSI Percepat Penyaluran Bansos di Aceh

Kedepannya BSI siap melakukan pengembangan kolaborasi dan sinergi dengan UNS diantaranya terkait penggunaan rekening dan QRIS Lazis UNS untuk sarana Ziswaf, penggunaan rekening KPRI UNS untuk penampungan dana anggota  dari karyawan, dosen UNS, dan mahasiswa UNS, serta kegiatan sosial untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ruang lingkup kesepakatan bersama dengan Universitas Sebelas Maret, meliputi pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah; pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; dan penyelenggaraan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Sementara Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho mengatakan bila kerja sama dengan BSI akan menjadi modal untuk mengembangan sumber daya manusia dan kebijakan-kebijakan lainnya di bidang ekonomi syariah di Indonesia maupun global dengan tetap mengacu pada nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, profesionalitas, tata keislaman yang akuntabel dan amanah. Baca Juga: Menkop-UKM: Pengembangan Industri Halal harus Sejalan dengan Kebijakan Pro UMKM

Selain itu, Jamal juga mengundang para perbankan dan bankir profesional, khususnya yang berlatar belakang ekonomi syariah, untuk kembali ke kampus guna menyiapkan kurikulum yang berorientasi pada ekonomi syariah dan menyiapkan peserta didik untuk bisa bersaing dalam pengembangan ekonomi digital di era revolusi industry 4.0.

“Saya sangat berharap bahwa adanya kerjasama antara UNS dengan Bank Syariah Indonesia ini akan menjadi modal yang dapat kami lakukan untuk Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Misalnya saja menyediakan kesempatan magang dan pelatihan mahasiswa, yang utamanya adalah mensukseskan program-program pemerintah untuk mensukseskan ekonomi syariah di Indonesia,” kata Jamal Wiwoho.

Perkuat Ekosistem Industri Halal, BSI Gandeng UNS
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email