Ambil Diskon 40%
Baru! 💥 Dapatkan ProPicks untuk tahu strategi yang mengungguli S&P 500 hingga 1,183%+Klaim diskon HINGGA 40%

KFC Tutup 97 Gerai, Juga Potong Gaji dan Tunda THR Karyawan akibat Covid-19

Diterbitkan 28/04/2020, 12/21
Diperbarui 28/04/2020, 12/29
© Reuters.

Investing.com - Dampak pengendalian covid-19 masih berlanjut. Terbaru, pemegang lisensi KFC Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (JK:FAST) juga menyatakan memotong dan menunda pembayaran gaji karyawannya akibat covid-19. KFC Indonesia pun juga telah menutup berbagai gerai tokonya di Indonesia untuk menjalani aturan Skema Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar dapat membatasi penyebaran covid-19.

Pemotongan dan menunda pembayaran gaji karyawan KFC Indonesia terungkap dalam pernyataan Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono melalui laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menurut laporan yang dilansir CNN Indonesia Selasa (28/04).

Tak hanya itu, perusahaan juga memotong dan menunda pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Pemangkasan gaji dan penundaan THR itu, sambung Justinus, telah disepakati dalam suatu Perjanjian Bersama antara perseroan dengan serikat pekerja PT Fast Food Indonesia Tbk terkait dampak wabah corona terhadap operasional perusahaan.

PT Fast Food Indonesia (FAST) juga mengaku telah menutup sekitar 97 gerai lantaran adanya penutupan pusat-pusat perbelanjaan karena penerapan PSBB mengutip Kumparan Selasa. 

Gerai-gerai KFC Indonesia lainnya tetap beroperasi hanya saja tidak melayani makan di tempat (dine in). Dalimin memastikan bahwa gerai-gerai yang lain tetap melayani pesanan take-away, layanan pengantaran online (ojek online), home delivery dan drive thru.  

Perusahaan juga menerapkan kebijakan penjadwalan kerja dan merumahkan sebagian pekerjanya dengan ketentuan, pekerja yang masuk bekerja di store level tidak dikenakan pemotongan upah namun dikenakan penundaan sebagian kecil pembayaran upah. Sementara, untuk pekerja store level dirumahkan akan menerima pemotongan upah dan penundaan sebagian kecil pembayaran upah.

Sampai pukul 11.30 WIB, Jakarta Stock Exchange Composite turun 0,16% atau 7,01 poin di 4.506,13 mengutip data Investing.com.

Sementara top gainer sesi I ini dipimpin Onix Capital Tbk (OCAP) naik 33,60%, Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik 33,33% dan Equity Development Investment (GSMF) naik 22,58%. Adapun top loser pagi ini yaitu Citra Putra Realty Tbk PT (CLAY) turun 6,90%, Aesler Grup Internasional Tbk Pt (RONY) turun 6,84% dan Multi Prima Sejahtera Tbk (JK:LPIN) turun 6,84%.

Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.