💼 Lindungi portofolio Anda dengan pilihan saham dari AI InvestingPro - SEKARANG DISKON hingga 50% AMBIL SALE

Keputusan Suku Bunga BI Hari Ini Berpengaruh pada Sektor Berikut

Diterbitkan 23/06/2022, 09/22
© Reuters.
NDX
-
US500
-
DJI
-
USD/IDR
-
JKSE
-
BBRI
-
BEST
-
BBCA
-
INDY
-
RAJA
-
AMRT
-
PTBA
-
EXCL
-
LINK
-

Oleh: Eldo R

Investing.com - Panin Sekuritas memperkirakan Jakarta Stock Exchange Composite mendatar dengan kecenderungan melemah hari ini (23/6). Hal tersebut disebabkan oleh antisipasi meningkatnya inflasi dan kemungkinan resesi, serta melemahnya harga komoditas di hari ini.

Pagi ini bursa Jepang +0,71%, Shanghai +1,09%, Singapura +0,66%, dan Rupiah pagi ini (USD/IDR) di buka menguat -0,15% ke Rp14.841/USD. "Pasar Asia pagi ini dibuka sebagian besar menguat, investor masih mencermati lockdown di Shanghai dan Beijing terhadap sektor properti di China," bunyi Tim Riset Panin Sekuritas, Kamis (23/6).

Indeks menunjukan bahwa penjualan rumah mengalami penurunan dalam 11 bulan berturut-turut. Penurunan terseubt dapat menekan pertumbuhan ekonomi China ke bawah 4%, yang juga akan diperparah oleh tren kenaikan suku bunga.

Sementara itu, investor juga masih mencermati pertemuan BRICS kemarin, dimana Presiden China, Xi Jinping mengkritik kebijakan sanksi, karena memicu penderitaan di ekonomi global, pada pertemuan BRICS kemarin. Selain itu, Xi Jinping juga khawatir terkait dengan ekonomi global yang terpecah menjadi zona yang eksklusif, dan meminta perang melawan hegemoni.

Penutupan kemarin pasar US ditutup melemah, Dow Jones Industrial Average -0,15%, S&P 500 -0,13% dan Nasdaq 100  -0,15%. "Kekhawatiran investor dalam jangka pendek masih didominasi oleh risiko meningkatnya resesi," lanjut risetnya.

Pada pidato kemarin, Fed Chairman, Jerome Powell menginformasikan komitmen The Fed untuk menurunkan inflasi ke level 2%. Namun patut dicermati bahwa, Powell juga menyatakan meningkatnya risiko terkait dengan kemungkinan resesi serta ketidakmampuan The Fed untuk mengontrol inflasi. Katalis postiif, muncul dari kebjakan Presiden US, Joe Biden yang berencana untuk mencabut federal tax untuk gasoline dalam rangka menurunkan inflasi.

Namun, perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju kepada Rapat Dewan Gubernur (RDG). Setelah The Fed dan bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) menaikkan suku bunga pekan lalu, pasar kini menebak-nebak kemana arah kebijakan BI.

BI akan menggelar konferensi pers pada pukul 14:00 WIB hari ini. Meski belum mengumumkan kebijakan, sinyal kuat untuk mempertahankan suku bunga  sudah dikeluarkan Gubernur BI Perry Warjiyo. Perry menegaskan sikap kebijakan moneter akan diarahkan ke pro-stability.

Sementara itu, kebijakan makro-prudensial BI akan diarahkan kepada pro-growth. Perry juga menegaskan bahwa BI tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga karena inflasi masih terkendali yakni 4,2% pada tahun ini.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia juga menunjukkan kubu MH Thamrin akan menahan suku bunga pada bulan ini. Keyakinan akan menahan suku bunga didasari pada fakta inflasi Indonesia masih terkendali. Suku bunga acuan BI sebesar 3,50% sudah bertahan sejak Februari 2021.

Erdikha Elit Sekuritas memaparkan dalam risetnya bahwa entimen dari RDG akan berpengaruh terhadap pergerakan saham hari ini. Perlu dicermati pergerakan saham perbankan dan properti mengingat emiten sektor tersebut bisa dipengaruhi oleh keputusan BI.

"Jika BI menaikkan suku bunga, permintaan kredit akan terpengaruh termasuk di sektor properti.Menarik disimak juga saham sektor energi. Amblasnya harga minyak mentah dunia bisa mempengaruhi gerak emiten energi," jelas Tim Riset Erdhika Elit Sekuritas (23/6).

Tim Riset Erdhika Sekuritas juga memprediksi indeks pada hari ini diperkirakan akan bergerak pada range level support 6.935 dan level resistance 7.000

Berikut Rekomendasi Saham Elgin Fitriano, Analis Teknikal Panin Sekuritas 23 Juni 2022:

IHSG
IHSG masih berupaya menguji resistance 7020-7025.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6960 s/d 7040.

Sumber Alfaria Trijaya Tbk (JK:AMRT)
Trend Following Berpeluang melanjutkan penguatan diatas MA5, indicator MACD menunjukan golden cross
Rekomendasi: Buy 1900 s/d 1930, TP 2100, stop loss <1800.
Support: 1820
Resistance: 2000

Bekasi Fajar Industrial Estate (JK:BEST)
Memiliki peluang melanjutkan penguatan selama harga masih bertahan diatas MA5
Rekomendasi: Buy 122-124, TP >140
Support: 120
Resistance: 132

Bank Central Asia Tbk (JK:BBCA)
Buy on weakness: Berpotensi buy on weakness pada support MA200 7460.
Rekomendasi: Buy on weakness di harga 7460-7480, TP 8000, stop loss <7400
Support: 7460
Resistance: 8000

Bank Rakyat Indonesia Persero (JK:BBRI)
Buy on weakness: Berpotensi buy on weakness pada support MA200 4260
Rekomendasi: Buy on weakness di harga 4260-4270, TP 4700, stop loss <4200
Support: 4200
Resistance: 4660

Berikut Rekomendasi Saham, Erdhika Elit Sekuritas, 23 Juni 2022:

Link Net Tbk (JK:LINK)
Buy
TP1: 47.00 TP2: 4.790 Stop Loss: 4.500

XL Axiata Tbk PT (JK:EXCL)
Buy
TP1: 2550 TP2: 2600 Stop Loss: 2400

Rukun Raharja Tbk (JK:RAJA)
Buy
TP 1: 400 TP2: 410 Stop Loss: 370

Bukit Asam Tbk PT (JK:PTBA)
Buy
TP1: 4.200 TP2: 4.300 Stop Loss: 4.000

Indika Energy Tbk (JK:INDY)
Buy
TP1: 2.700 TP2: 2.800 Stop Loss:2530

Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.