Breaking News
0

Kang Emil Ingin Kembalikan BJB ke Khittahnya

Pasar Saham11/12/2018 18:01
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Kang Emil Ingin Kembalikan BJB ke Khittahnya
Warta Ekonomi.co.id, Bandung

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) selaku pemegang sebesar 75,90% saham di PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (JK:BJBR) menginginkan jika perseroan lebih memanfaatkan peluang yang ada di sektor pembangunan dan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang porsinya masih kecil.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan jika selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Daerah (Pemda) membutuhkan dana untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Namun sayang, Bank BJB kurang menggenjot pembiayaan di sektor tersebut.

“Sebagai pemegang saham kami menitipkan visi baru penguatan sebagai bank pembangunan, selama ini BJB sudah luar biasa keren untuk consumer, jadi 60% kan di consumer banking. Tapi Kota dan Kabupaten butuh pinjaman BJB untuk membangun jembatan pasar dan lain-lain,” katanya di Bandung, Selasa (11/12/2018).

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini ingin mengembalikan BJB ke khittah-nya sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD). Pasalnya, di negara lain pembangunan daerah tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja, namun juga dari pinjaman perbankan.

“Jadi jangan kehilang khittahnya, karena asik dengan yang positif lupa ada kebutuhan kita, daerah masih miskin, infrastruktur jelek,” tegasnya.

Sementara itu, Ia juga menyoroti kecilnya pembiayaan BJB kepada UMKM. Padahal, sebesar 60% ekonomi Jawa Barat dihasilkan dari sektor tersebut. Porsi pembiayaan BJB ke UMKM lanjut Kang Emil, akan ditingkatkan minimal ke 40% dari saat ini yang hanya 5%.

“Ternyata UMKM peluang besar yang kurang dimaksimalkan. Harusnya Janar lebih butuh UMKM, nanti porsinya minimal 40% lah,” terangnya.

Meski begitu, Kang Emil memastikan bila porsi pembiayaan BJB ke sektor konsumer yang menjadi andalannya selama ini tidak akan dikurangi. Hanya saja Ia berharap BJB lebih bisa fokus untuk memggarap sektor pembangunan dan UMKM.

“Konsumer gak akan diutak atik karena sudah jadi dagingnya BJB, tapi ada peluang yang belum di-eksplor,” tandasnya.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Kumairoh
Foto: Sufri Yuliardi

Kang Emil Ingin Kembalikan BJB ke Khittahnya
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email