Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Itu Bukan Tolok Ukur Industri

Pasar Saham23/01/2020 15:01
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Itu Bukan Tolok Ukur Industri
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memastikan kasus gagal bayar Jiwasraya tidak bisa dijadikan sebagai tolok ukur kondisi industri asuransi jiwa secara menyeluruh.

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan industri asuransi jiwa telah mencatat peningkatan pembayaran manfaat asuransi jiwa per kuartal III-2019. Tercatat, per kuartal III-2019 terjadi kenaikan pembayaran total klaim dan manfaat sebesar 17,4 % dengan menjadi Rp104,30 triliun dibandingkan dengan kuartal III-tahun 2018 yang sebesar Rp88,82 triliun.

"Dari segi penciptaan lapangan kerja, sampai dengan kuartal III-2019 terdapat 622.286 agen asuransi jiwa dan 21.493 karyawan yang bergantung pada industri asuransi jiwa dalam memenuhi kebutuhan diri dan keluarga," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Usulan Pembubaran OJK, Penyelesaian Jiwasraya Bagaimana?

Togar mengatakan AAJI sangat menyesalkan kasus gagal bayar yang terjadi di Jiwasraya. Ia mengharapkan kasus gagal bayar Jiwasraya dapat diselesaikan dengan baik dan adil.

"AAJI sangat menyesalkan adanya kejadian gagal bayar manfaat asuransi jiwa yang terjadi belakangan ini," pungkasnya.

Q3 2018Q3 2019Pertumbuhan
Total (PA:TOTF) Klaim dan Manfaat yang DibayarkanRp88,82 TriliunRp104,30 triliun17,4%
Akhir KontrakRp13,76 triliun Rp17,01 triliun23,6%
Meninggal DuniaRp6,86 triliunRp7,20 triliun4,9%
Nilai Tebus (Surrender)Rp47,66 triliun Rp54,48 triliun14,3%
Partial WithdrawalRp10,39 triliun Rp12,65 triliun21,8%
Kesehatan (Medical)Rp7,05 triliunRp8,17 triliun15,8%
Kesehatan PeroranganRp3,30 riliun Rp3,63 triliun10,1%
Kesehatan KumpulanRp3,76 triliunRp4,54 triliun20,8%
Lain-LainRp3,10 triliun Rp4,78 triliun54,3%



Penulis: Cahyo Prayogo
Editor: Cahyo Prayogo
Foto: Sufri Yuliardi

Jiwasraya Gagal Bayar, AAJI: Itu Bukan Tolok Ukur Industri
 

Artikel Terkait

BSI Siap Salurkan Bansos Nontunai ke 570 ribu Warga Aceh
BSI Siap Salurkan Bansos Nontunai ke 570 ribu Warga Aceh Oleh Warta Ekonomi Online - 23/07/2021

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap menyalurkan bantuan sosial Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada lebih dari 570 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email