Ambil Diskon 40%
🔥 Strategi saham pilihan AI kami, Raksasa Teknologi, sudah naik +7.1% sepanjang Mei.
Join selagi saham masih MENYALA.
Klaim diskon HINGGA 40%

IHSG Terus Melonjak 7%, Makin Cepat Menuju Level 5.000

Diterbitkan 27/03/2020, 12/11
© Reuters.
DJI
-
JKSE
-
BAYU
-
FPNI
-
INAF
-
IMJS
-
KAEF
-
PCAR
-
PEHA
-

Investing.com - Indeks Harga Saham Gabungan (Jakarta Stock Exchange Composite) terus melonjak jelang penutupan perdagangan sesi I Jumat (27/03) pagi. Hingga pukul 11.29 WIB, IHSG melonjak 7,9% atau naik 342,67 poin di 4.681,57 menurut data Investing.com setelah sempat mencapai level tertinggi harian di 4.697,67.

Kamis kemarin, IHSG mencatat penguatan 10,19% ke 4.388,904 lapor CNBC Indonesia Jumat (27/03). Persentase kenaikan IHSG hari ini merupakan yang terbesar sejak 8 Juni 1999. Sementara rekor persentase kenaikan terbesar IHSG tercatat pada 2 Februari 1998 ketika melesat 14,03%, berdasarkan data Refinitiv.

Selain itu, perdagangan kemarin juga mencatat rekor frekuensi transaksi terbanyak, mengalahkan rekor sebelumnya yang dibukukan pada 12 September 2019.

Pemicu penguatan IHSG masih sama, penguatan bursa saham AS (Wall Street) akibat stimulus fiskal jumbo senilai US$ 2 triliun yang sebentar lagi akan akan dikucurkan. Indeks Dow Jones bahkan melesat lebih dari 20% dalam 3 hari perdagangan saja. Sebagai kiblat bursa saham dunia, penguatan Wall Street membuat sentimen di pasar Asia ceria, dan mengangkat kinerja IHSG.

Seiring kenaikan IHSG tersebut seperti diwartakan Kontan Jumat hingga pukul 10.31 WIB, harga tiga saham emiten di sektor farmasi menguat signifikan, bahkan hingga mentok di batas atas auto reject (ARA). Ketiga emiten itu adalah PT Kimia Farma Persero Tbk (JK:KAEF), PT Indofarma Tbk (JK:INAF) dan PT Phapros Tbk PT (JK:PEHA).

Harga saham KAEF mentok di Rp 1.625 per saham. Sementara saham anak usahanya, yakni PEHA bertahan di Rp 1.080 per saham. Emiten anggota holding BUMN farmasi lainnya, yakni INAF harga sahamnya sementara ini kokoh di Rp 1.375 per saham.

Emiten-emiten di sektor farmasi memang tengah mendapat angin segar di tengah pandemi virus corona, menjadi garda terdepan memproduksi obat dan mendatangkannya untuk melawan pandemi virus.

Top gainers untuk sesi satu hari Jumat yakni PT Indomobil Multi Jasa (JK:IMJS) Tbk naik 34.40%, diikuti PT Lotte Chemical Titan (JK:FPNI) Tbk naik 33.90%, dan PT kirana Megantara Tbk naik 33.33%, sementara untuk topm losers yakni PT Tourindo Guide Indonesia Tbk turun 8.16%, diikuti PT Bayu Buana (JK:BAYU) Tbk turun 6.98%, dan PT Prima Cakrawala Abadi (JK:PCAR) Tbk turun 6.92%.  

 

Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.