🟢 Pasar sedang naik. 120rb+ anggota komunitas kami tahu langkah yang perlu dilakukan. Anda juga bisa tahu.
Klaim diskon HINGGA 40%

IHSG Menguat Akhir Pekan, Jual Miras Online Dilarang Saham Multi Bintang Merosot

Diterbitkan 26/06/2020, 17/26
© Reuters.
AXJO
-
JP225
-
JKSE
-
KS11
-
STI
-
DLTA
-
MFMI
-
MLBI
-
LPIN
-
MLPT
-
BUKK
-
SHIP
-

Investing.com - Indeks Harga Saham Gabungan (Jakarta Stock Exchange Composite) berakhir di zona hijau pada penutupan perdagangan sesi II akhir pekan ini Jumat (26/06) petang. Tren positif indeks sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia dan indeks sektoral ditutup variasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan aturan tentang larangan jual minuman keras secara daring (online) yang berdampak pada merosotnya saham Multi Bintang .

Mengutip data Investing.com, IHSG ditutup menguat 0,15% atau 7,36 poin di 4.904,09 sampai pukul 15.15 WIB. Selama sepekan terakhir, indeks masih turun 0,77%. Pada perdagangan Kamis (25/6/2020), IHSG berakhir di level 4.896,73 dengan koreksi tajam 1,37 persen atau 68 poin seperti yang dilaporkan Bisnis.com Jumat (26/06).

Meski mampu bangkit ke zona hijau pada Jumat, indeks memangkas sebagian besar penguatan yang mampu ditorehkan pada awal perdagangan. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.882,12 – 4.941,14.

Sebanyak 6 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di teritori positif, dipimpin infrastruktur (+1,08 persen) dan properti (+0,98 persen). Empat sektor lainnya berakhir negatif, dipimpin industri dasar (-0,67 persen) dan pertanian (-0,4 persen).

Tercatat 211 saham menguat, 190 saham melemah, dan 172 saham berakhir stagnan. 

Mayoritas indeks saham di Asia ikut menguat, antara lain indeks Nikkei 225 Jepang (+1,13 persen), Kospi Korea Selatan (+1,05 persen), S&P/NZX 20 Selandia Baru (+0,99 persen), dan S&P/ASX 200 Australia (+1,49 persen).

Di kawasan Asia Tenggara, indeks Straits Times Index STI Singapura dan indeks SET 50 Thailand masing-masing terpantau naik 0,59 persen dan 0,52 persen.

Kabar pasar hari ini datang dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lembaga ini resmi melarang keras peredaran minuman beralkohol secara online atau dalam jaringan (daring) menurut laporan CNBC Indonesia Jumat (26/06).

Larangan ini termaktub dalam Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengawasan Obat dan Makanan yang Diedarkan Secara Daring. Regulasi ini ditetapkan pada 6 April 2020 dan diteken Penny K Lukito, Kepala BPOM, serta diundangkan pada 7 April lalu oleh Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kemenkum dan HAM Widodo Ekatjahjana.

Dalam Peraturan BPOM yang dikutip CNBC Indonesia tersebut, Pasal 29 menyebutkan bahwa BPOM melarang peredaran minuman beralkohol melalui daring.

Saham emiten produsen minuman alkohol di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup ambles pada perdagangan Jumat akhir pekan ini (26/6/2020). Saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (JK:MLBI) bahkan terjerembab hingga ditutup minus 3,12%.

Data perdagangan BEI mencatat, saham MLBI ditutup di level Rp 10.100/saham, minus 3,12%, dengan kapitalisasi pasar Rp 21,28 triliun. Nilai transaksi perdagangan hari ini mencapai Rp 843,28 juta dengan volume transaksi 83.500 saham.

Adapun saham PT Delta Djakarta Tbk (JK:DLTA) yang juga sahamnya dipegang Pemprov DKI dan San Miguel, stagnan di level Rp 4.910/saham dengan nilai transaksi hanya Rp 2,46 juta. Nilai kapitalisasi pasarnya Rp 3,93 triliun.

Dalam sepekan terakhir, saham DLTA minus 1,41% dan sebulan terakhir justru melesat 12%. Year to date, saham DLTA jatuh 28%.

Sementara itu saham-saham top gainer indeks akhir pekan ini yaitu Multi Prima Sejahtera Tbk (JK:LPIN) naik 23,64%, Multipolar Technology Tbk (JK:MLPT) naik 23,08% dan Ifishdeco PT (IFSH) naik 20,69%. Adapun saham-saham top loser yakni Sillo Maritime Perdana Tbk PT (JK:SHIP) turun 6,96%, Bukaka Teknik Utama Tbk Pt (JK:BUKK) turun 6,91% dan Multifiling Mitra Indonesia (JK:MFMI) turun 6,84%.



Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.