Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

IHSG Melemah Akhir Pekan, ERAA Bakal Stock Split Rasio 1:5

Pasar Saham05/03/2021 19:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Investing.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah Jumat (05/03) petang pada penutupan perdagangan sesi II. Pelemahan indeks tanah air ini sejalan dengan melemahnya Nikkei, Hang Seng dan bursa China serta Erajaya (ERAA) berencana akan melakukan stock split saham dengan rasio 1:5 juga mendapat restu dari RUPSLB perusahaan.

IHSG berakhir turun 0,51% ke 6.258,75 hingga pukul 15.15 WIB menurut data Investing.com dan bergerak di kisaran harian 6.245,31 - 6.307,68. Untuk sepekan ini, indeks masih naik sebesar 0,27%.

Melansir laporan Warta Ekonomi, per sore ini nilai jual bersih asing mencapai Rp956,86 miliar. Sejumlah 30,29 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi 1.394.775 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp16,67 triliun. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 187 saham naik, 306 saham turun, dan 133 saham lainnya stagnan.

IHSG bukan satu-satunya yang remuk pada penghujung pekan ini. Pasalnya, empat indeks Asia lainnya juga memerah, yakni Nikkei turun 0,23%, Hang Seng turun 0,47%, Shanghai turun 0,04%, dan Strait Times turun 0,13%.

Adapun kabar bursa akhir pekan ini datang dari emiten yang bergerak di sektor ritel perangkat elektronik, PT Erajaya Swasembada Tbk (JK:ERAA) akan melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split seperti yang dilansir laporan.

Rencana stock split dengan rasio 1:5 telah mengantongi restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (3/3/2021).

Aksi perusahaan itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan dan meningkatkan daya beli investor ritel terhadap saham Perseroan.

Untuk selanjutnya, jadwal stock split perseroan akan diumumkan setelah mendapatkan konfirmasi jadwal stock split dari PT Bursa Efek Indonesia. Agenda lainnya yakni para pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 dan Nomor 16/POJK.04/2020.

Saham-saham top gainers akhir pekan ini yaitu PT Tanah Laut Tbk (JK:INDX) naik 34,62%, PT Mustika Ratu Tbk (JK:MRAT) naik 34,50% dan PT Victoria Insurance Tbk (JK:VINS) naik 34,40%. Sedangkan saham-saham top losers terdiri dari PT Bank Artos Indonesia Tbk (JK:ARTO) turun 14,41%, PT Planet Properindo Jaya Tbk (JK:PLAN)turun 10% dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (JK:DWGL) turun 7%.

IHSG Melemah Akhir Pekan, ERAA Bakal Stock Split Rasio 1:5
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Donny Sibuea
Donny Sibuea 05/03/2021 22:26
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
ERAA Bim salabin 1:5 terbang
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email