🟢 Pasar sedang naik. 120rb+ anggota komunitas kami tahu langkah yang perlu dilakukan. Anda juga bisa tahu.
Klaim diskon HINGGA 40%

IHSG Kembali Menguat, FAST Catat Penurunan Laba Nyaris 90%

Diterbitkan 01/07/2020, 17/37
© Reuters.
JP225
-
HK50
-
JKSE
-
KS11
-
SSEC
-
FAST
-
SMDR
-
TSPC
-
JKBANK15
-

Investing.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berfluktuatif sampai penutupan perdagangan sesi II Rabu (01/07) petang. Meski berakhir di zona hijau, sektor pembentuk indeks pun bergerak variatif sejalan dengan beragamnya pergerakan bursa Asia. Sedangkan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) pun mengumumkan penurunan kinerja perusahaan terdampak covid-19.

Mengutip data Investing.com, Jakarta Stock Exchange Composite ditutup menguat 0,18% atau 9 poin di 4.914,39 sampai pukul 15.15 WIB setelah berakhir melemah pada akhir sesi I siang tadi. Indeks hari ini bergerak di kisaran 4.885,60 - 4.928,61.

Pada penutupan kali ini menurut CNN Indonesia Rabu (01/07), 161 saham menguat, 242 mengalami koreksi, dan 165 lainnya stagnan. Indeks sektoral bergerak variatif dengan penguatan dipimpin sektor pertambangan sebesar 1,08 persen. Kemudian pelemahan dipimpin oleh sektor properti sebesar 0,99 persen.

RTI Infokom mencatat investor membukukan transaksi sebesar Rp6,17 triliun pada hari ini. Kemudian, jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 6,77 miliar saham.

Dari transaksi tersebut, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp377,8 miliar.

Sementara pasar saham Asia bergerak variasi. Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,75 persen pada hari ini.

Begitu pula dengan KOSPI di Korea Selatan menguat 0,77 persen. Namun, Hang Seng di Hong Kong stagnan dan Shanghai Composite di China menguat 1,38 persen.

Kali ini kabar emiten pun menghiasi pasar. Sebagaimana diwartakan CNBC Indonesia Rabu (10/07), emiten ritel pengelola gerai KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (JK:FAST) mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup signifikan, yakni sebesar 89,24% menjadi Rp 5,41 miliar pada kuartal pertama 2020. Dibanding tahun sebelumnya, FAST masih mencatatkan laba Rp 50,31 miliar.

Pada periode tiga bulan pertama tahun ini, FAST membukukan pendapatan sebesar Rp 1,51 triliun, mengalami penurunan 0,84% dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 1,53 triliun.

Rinciannya, penjualan makanan dan minuman berkontribusi paling besar, Rp 1,49 triliun. Penjualan konsinyasi CD sebesar Rp 20,64 miliar dan jasa layanan antar Rp 958 juta.

Dalam keterangan yang disampaikan manajemen FAST sebelumnya, pandemi Covid-19 berdampak terhadap penurunan pendapatan KFC Indonesia sebesar 25%. KFC juga memperkirakan, laba bersih akan tergerus hingga 75%.

Adapun saham-saham top gainer indeks yakni Bank Artos Indonesia Tbk PT (ARTO) naik 22,03%, Samudera Indonesia Tbk (JK:SMDR) naik 20% dan Jakarta Int Hotels & Dev (JIHD) naik 17,92%. Sedangkan saham-saham top loser yaitu Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turun 6,96%, Tempo (JK:TSPC) Inti Media Tbk (TMPO) turun 6,94% dan Indonesian Tobacco Tbk PT (ITIC) turun 6,94%.

Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.