Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Dow Berakhir Turun Nasdaq Jatuh, Pelemahan Pasca Fed Berlanjut

Pasar Saham 23/09/2022 07:39
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters
 
BMY
-0,81%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
HOOD
-2,18%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
US2US...
29,97%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GOOG
-1,39%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
META
-1,69%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
IXIC
-1,80%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Yasin Ibrahim

Investing.com - Dow memangkas beberapa kerugian pada penutupan Kamis, tetapi tetap berada di zona merah saat sektor pertumbuhan pasar termasuk saham konsumen dan teknologi jatuh di tengah kekhawatiran bahwa sikap Federal Reserve yang semakin hawkish dapat mengarahkan ekonomi ke dalam resesi.

Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,35%, Nasdaq jatuh 1,37%, dan S&P 500 melemah 0,84%.

The Fed meningkatkan suku bunga sebesar 0,75% pada Rabu setempat sebagian besar sesuai perkiraan, tetapi perkiraan yang diperbarui, mengarah pada kenaikan suku bunga lebih lanjut, sehingga ini bisa meningkatkan risiko resesi.

“Semakin tinggi puncak tujuan Fed, semakin besar risiko resesi,” Morgan Stanley mengatakan dalam sebuah catatan. Perlambatan mendasar dari penguatan pekerjaan, bagaimanapun, dapat membujuk The Fed untuk “menghilangkan tekanan dari laju pengetatan kebijakan,” tambahnya.

Pasar obligasi tampaknya memperhitungkan risiko resesi yang meningkat di tengah inversi yang lebih dalam dalam kurva imbal hasil. Kurva antara imbal hasil Treasury 2 tahun dan 10 tahun semakin terbalik ke level yang tidak terlihat sejak 1982.

Sektor pertumbuhan pasar - biasanya mencakup saham-saham bernilai lebih tinggi dan rentan terhadap lingkungan kenaikan suku bunga - seperti saham teknologi dan konsumen memimpin pelemahan pasar.

Namun turunnya perusahaan teknologi besar tampaknya menarik pembeli mengambil posisi dan ini bisa terlihat dalam saham teknologi megacap yang menjauh dari posisi terendah sesi tersebut. Apple (NASDAQ:AAPL) dan Amazon.com Inc (NASDAQ:AMZN) turun, sementara Meta Platforms Inc (NASDAQ:META), Alphabet (NASDAQ:GOOGL) dan Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT) masuk zona hijau.

Selain kenaikan suku bunga, saham konsumen terus tertekan dari meningkatnya ketegangan geologis karena perintah mobilisasi parsial Rusia telah mengaburkan harapan atas tercapainya resolusi konflik.

Saham kesehatan menghindari aksi penjualan, dimotori oleh Merck & Company Inc (NYSE:MRK), Bristol-Myers Squibb Company (NYSE:BMY), dan Eli Lilly and Company (NYSE:LLY) dengan saham yang terakhir didorong oleh peningkatan rating dari UBS

UBS meningkatkan rating Eli Lilly and Company menjadi ‘beli dari netral’ dan menaikkan target harga saham menjadi $363 dari $335, mengutip optimisme terhadap obat diabetes tipe 2 buatan produsen obat tersebut yang baru disetujui. Obat ini tidak hanya mengobati diabetes tipe 2 tetapi juga terbukti mengobati obesitas.

Saham energi juga berada di zona hijau, didukung oleh kenaikan harga minyak di tengah kekhawatiran bahwa eskalasi perang di Ukraina dapat membebani pasokan.

Valero Energy (NYSE:VLO), Schlumberger (NYSE:SLB) dan Marathon Petroleum Corp (NYSE:MPC) termasuk di antara saham perusahaan yang memperoleh keuntungan terbesar di sektor energi .

Dalam berita lain, Robinhood Markets (NASDAQ:HOOD) membalikkan penguatan dan berakhir menjadi negatif meskipun ada laporan bahwa Securities and Exchange Commission (SEC) AS tidak akan melarang pembayaran untuk order flows – sumber pendapatan penting untuk platform perdagangan itu.

Kelemahan di pasar yang lebih luas telah mendorong saham lebih jauh ke wilayah oversold, terbukanya peluang untuk periode perdagangan berombak ke depan.

"Dengan demikian, kami terus mengantisipasi jalur berombak untuk saham di minggu-minggu mendatang, setelah mengalami penurunan kemarin dan hari ini, sebagian besar saham tertekan sekali lagi ke wilayah oversold," Janney Montgomerry Scott menyatakan.

Dow Berakhir Turun Nasdaq Jatuh, Pelemahan Pasca Fed Berlanjut
 

Artikel Terkait

SMGR Akan Kuasai 75,51 Persen SMBR
SMGR Akan Kuasai 75,51 Persen SMBR Oleh Pasar Dana - 23/09/2022

  Pasardana.id-  PT Semen Indonesia Tbk (IDX:SMGR) akan menerima pengalihan 7.499.999.999 lembar saham seri B atau 75,51 persen porsi kepemilikan pada PT Semen Baturaja Tbk...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email