Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Bursa Saham Eropa Melemah, Protes COVID China Beri Tekanan Sentimen

Pasar Saham 28/11/2022 15:43
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters
 
UK100
-0,14%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
FCHI
-0,07%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DE40
+0,35%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
EUR/USD
+0,35%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
XAU/USD
+0,29%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
+0,23%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Bursa saham Eropa bergerak melemah pasca terjadinya serangkaian protes di China selama akhir pekan, menolak kebijakan ketat pembatasan mobilitas untuk memerangi wabah COVID yang berlangsung di negara itu, memukul sentimen dan mengancam akan membebani kegiatan ekonomi.

Pukul 15.45 WIB, indeks DAX di Jerman turun 0,4%, CAC 40 di Prancis diperdagangkan turun 0,5% dan FTSE 100 Inggris melemah 0,7%.

Protes yang jarang terjadi dan meluas terjadi di seluruh China selama akhir pekan karena penduduk menentang terhadap aturan pembatasan ketat virus korona yang diberlakukan karena infeksi COVID-19 mencapai rekor harian kelima.

Gelombang pembangkangan sipil ini berasal dari rasa frustrasi atas kebijakan zero-COVID di negara itu hampir tiga tahun, terutama karena pembatasan menjadi tidak terlalu memberatkan awal bulan ini, sehingga meningkatkan harapan pembukaan kembali secara penuh.

Ekonomi China menjadi yang terbesar kedua di dunia dan pasar ekspor utama bagi perusahaan-perusahaan Eropa.

Investor juga akan mendengarkan pidato Presiden ECB Christine Lagarde di Parlemen Eropa pada hari Senin nanti, menjelang rilis data Inflasi Zona Euro pada hari Rabu.

Inflasi di zona euro melonjak tembus 10,6% pada bulan Oktober, lebih dari lima kali lipat target 2% Bank Sentral Eropa. ECB telah meningkatkan suku bunga dengan tingkat rekor sebesar 75 basis poin dalam dua rapat terakhirnya, tetapi ada ketidakpastian apakah bank sentral akan menaikkan sebesar 50 atau 75 basis poin dalam rapat 15 Desember.

Dalam berita perusahaan, saham Brenntag (ETR:BNRGn) jatuh lebih 10% setelah perusahaan distribusi bahan kimia Jerman mengumumkan selama akhir pekan bahwa mereka mengadakan diskusi awal dengan saingannya di AS Univar Solutions (NYSE:UNVR) mengenai potensi akuisisi.

Saham Superdry (LON:SDRY) jatuh 1,1%, gagal mempertahankan kenaikan awal. Grup fesyen Inggris tersebut mengonfirmasi laporan pers akhir pekan bahwa mereka sedang berunding dengan perusahaan hedge fund yang didukung oleh Elliott Management untuk membiayai kembali fasilitas utang yang penting.

Harga minyak terus jatuh pada hari Senin, seiring meningkatnya kasus COVID-19 di China, negara importir minyak terbesar di dunia, dan protes atas pembatasan mobilitas yang ketat di negara itu kemungkinan akan memukul permintaan dari sumber penting.

Di sisi pasokan, para pejabat G7 dan Uni Eropa tidak dapat menyepakati tingkat pembatasan harga minyak Rusia, setelah diskusi awal antara $65 dan $70 per barel.

Pembatasan harga akan mulai berlaku pada 5 Desember ketika larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia dimulai.

Itu adalah hari setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan bertemu berikutnya untuk membahas tingkat produksi di masa depan.

Pukul 15.45 WIB, harga minyak WTI jatuh 2,8% ke $74,14 per barel, sementara kontrak Brent anjlok 2,8% di $81,38 per barel. Kontrak AS tersebut turun ke titik terendah sejak akhir Desember 2021, dan kontrak Brent jatuh ke level terendah 11 Januari.

Selain itu, emas berjangka naik 0,2% di $1.757,55/oz, dan EUR/USD menguat 0,3% di 1,0423.

Bursa Saham Eropa Melemah, Protes COVID China Beri Tekanan Sentimen
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email