Breaking News
Ambil Diskon 40% 0
Baru! 💥 Dapatkan ProPicks untuk tahu strategi yang mengungguli S&P 500 hingga 1,183%+ Klaim diskon HINGGA 40%

Bursa Saham Asia Naik, Fed Jadi Fokus & Disinflasi China Beri Tekanan

Diterbitkan 11/12/2023 09:16
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
JP225
+1,92%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
SSEC
+0,39%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CSI300
+0,62%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AXJO
+0,61%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
KS11
-0,37%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Investing.com - Mayoritas bursa saham Asia naik pada hari Senin (11/12), meskipun kecil. Investor bersiap terhadap serangkaian jadwal padat rapat bank sentral kunci minggu ini, sementara saham China anjlok seiring berlanjutnya tanda-tanda disinflasi di negara tersebut.

Pasar regional menyusul isyarat positif dari Wall Street, setelah indeks saham AS naik pada hari Jumat pasca laporan data pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Angka ini menunjukkan beberapa ketahanan di negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini, meskipun juga melihat traders memperkirakan lebih sedikit kemungkinan pemotongan suku bunga awal oleh Federal Reserve.

Indeks futures AS bergerak datar pada hari Senin.

Nikkei 225 Jepang merupakan yang berkinerja terbaik di antara lainnya, melonjak 1,6% pulih dari penurunan tajam yang terjadi minggu lalu. Sinyal hawkish dari Bank of Japan telah memukul saham-saham lokal, meskipun prospek kondisi moneter yang relatif longgar di Jepang masih membuat investor tetap bullish terhadap saham-saham lokal.

Pasar Asia yang lebih luas sedikit lebih tinggi, kendati ada kekhawatiran terhadap China dan kehati-hatian sebelum rapat Federal Reserve minggu ini membuat peningkatan terbatas. Sementara bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, prospeknya untuk tahun 2024, terutama saat bank sentral berencana untuk mulai memangkas suku bunga, akan diawasi dengan ketat.

Indeks ASX 200 di Australia naik 0,2%, dan saham-saham di KOSPI Korea Selatan juga naik 0,1%. Di luar The Fed, keputusan suku bunga dari Bank of England, European Central Bank dan Swiss National Bank juga sedang ditunggu.

Saham China turun ke low 4 tahun terakhir saat terus berlanjutnya disinflasi 

Indeks bluechip Shanghai Shenzhen CSI 300 China jatuh 1,3% ke level terlemahnya awal 2019, sementara Shanghai Composite dan Hang Seng Hong Kong juga mencatat penurunan yang serupa.

Data yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan inflasi konsumen China turun dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir di bulan November, sementara inflasi produsen merosot selama 14 bulan berturut-turut.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa belanja China tidak meningkat meskipun ada langkah-langkah likuiditas yang berkelanjutan dari Beijing - sebuah tren yang menjadi pertanda buruk bagi negara dengan ekonomi terbesar di Asia ini. China kini berada dalam disinflasi selama dua bulan berturut-turut, menandakan sedikit peningkatan dalam aktivitas ekonomi di bulan-bulan mendatang.

Data inflasi juga muncul setelah beberapa data ekonomi yang beragam untuk bulan November, dan menarik lebih banyak dorongan dari para investor untuk lebih banyak langkah-langkah stimulus dari Beijing.

Saham-saham China merupakan bursa-bursa dengan kinerja terburuk di Asia tahun ini, di tengah-tengah sentimen negatif yang terus berlanjut terhadap perekonomian.

Bursa Saham Asia Naik, Fed Jadi Fokus & Disinflasi China Beri Tekanan
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email