Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday Diperpanjang: Diskon InvestingPro+ hingga 60% KLAIM PENAWARAN

Bursa Eropa Turun Tajam Usai Rilis Inflasi Negara Bagian Jerman Tinggi

Pasar Saham 29/09/2022 14:47
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
EUR/USD
0,32%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GBP/USD
+0,24%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
UK100
+0,81%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
XAU/USD
+0,56%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
FCHI
+1,04%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DE40
+0,29%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Bursa saham Eropa anjlok pada Kamis petang karena melonjaknya inflasi Jerman menambah kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif, sementara dorongan dari intervensi Bank of England memudar.

Pukul 14.45 WIB, DAX Jerman jatuh 1,7%, CAC 40 Perancis jatuh 1,7%, dan FTSE 100 Inggris anjlok 2,2%.

Investor telah terguncang dalam beberapa pekan terakhir oleh melonjaknya imbal hasil obligasi, pasalnya bank bank sentral menaikkan suku bunga substansial untuk menahan inflasi yang sangat tinggi, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi global ke dalam resesi.

European Central Bank telah meningkatkan suku bunga acuannya dengan gabungan 125 basis poin selama dua pertemuan terakhirnya, dan lebih banyak kenaikan terlihat mungkin terjadi setelah inflasi di negara bagian terpadat di Jerman, North Rhine Westphalia, mencatat lonjakan terbesar sejak awal 1950-an, atau naik sebesar 10,1% tahun ke tahun pada September.

Bank of England telah mengambil langkahnya sendiri pada hari Rabu, setelah poundsterling melonjak, mengumumkan bahwa mereka akan mulai membeli obligasi tenor jangka panjang untuk sementara waktu guna menenangkan gejolak pasar.

Namun, ketenangan dari langkah itu tidak berlangsung lama karena prospek ekonomi Eropa tetap sangat tidak pasti, utama mengingat krisis energi yang berlangsung di kawasan itu saat musim dingin mendekat.

Penjaga pantai Swedia telah menemukan kebocoran gas keempat pada jaringan pipa Nord Stream yang rusak, kata seorang juru bicara, Kamis.

Uni Eropa mencurigai adanya sabotase berada di balik kebocoran dari jaringan pipa yang membawa gas dari Rusia ke Eropa dan telah menjanjikan respons "tegas" terhadap tiap gangguan yang disengaja pada infrastruktur energinya.

Dalam berita perusahaan, saham Next (LON:NXT) anjlok lebih dari 9% setelah perusahaan ritel pakaian Inggris ini mengeluarkan peringatan laba kedua tahun ini karena inflasi yang melonjak menahan pengeluaran diskresioner.

Saham H&M (ST:HMb) jatuh 4,7% usai raksasa ritel ini mengumumkan penurunan laba operasi sebesar 86% dalam tiga bulan hingga Agustus, terpukul oleh keluarnya dari Rusia dan biaya yang lebih tinggi.

Selain itu, saham Porsche (F:P911_p) memulai debutnya di Bursa Efek Frankfurt pada hari Kamis, di mana pemiliknya Volkswagen (ETR:VOWG_p) berharap akan mengumpulkan dana sekitar 9,4 miliar euro ($9,1 miliar) dalam salah satu penawaran umum perdana (IPO) terbesar di Eropa.

Harga minyak jatuh lagi pada hari Kamis, imbas penguatan dolar dan setelah Badai Ian gagal memberi dampak besar kerusakan bagi fasilitas minyak mentah Teluk saat mendarat di Florida.

Kedua tolok ukur telah rebound sekitar 4% selama dua sesi sebelumnya setelah mencapai posisi terendah sembilan bulan minggu ini karena Badai Ian mengancam akan mengganggu pasokan di Teluk Meksiko. Badai Kategori 4 ini telah menghantam negara bagian Florida, melepaskan hujan lebat dan mengancam banjir yang besar, tetapi sejak saat itu telah berkurang secara signifikan.

Pukul 14.45 WIB, harga minyak WTI jatuh 1,7% di $80,78 per barel, sementara kontrak Brent turun 1,7% ke $86,57.

Selain itu, harga emas berjangka jatuh 1,2% di $1,649.75/oz, sementara EUR/USD jatuh 1% ke 0,9639.

Bursa Eropa Turun Tajam Usai Rilis Inflasi Negara Bagian Jerman Tinggi
 

Artikel Terkait

BEI Buka Suspensi Perdagangan Saham CPRI
BEI Buka Suspensi Perdagangan Saham CPRI Oleh Pasar Dana - 01/12/2022

  Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa penghentian sementara (suspensi) perdagangan atas saham PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (IDX: CPRI) di seluruh...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email