Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday Diperpanjang: Diskon InvestingPro+ hingga 60% KLAIM PENAWARAN

Bursa Asia Menguat Ikuti Rebound Wall Street, tapi Prospek Tetap Tidak Pasti

Pasar Saham 29/09/2022 12:31
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
GBP/USD
+1,05%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/INR
-0,30%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
HK50
+2,16%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NSEI
+0,75%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
KS11
+1,61%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CSI300
+0,12%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Ambar Warrick

Investing.com - Bursa saham Asia naik pada hari Kamis (29/09), setelah mengalami pemulihan semalam di Wall Street dan reli dolar sempat berhenti, tetapi kekhawatiran atas kenaikan suku bunga dan resesi yang membayangi membuat prospeknya masih buram.

Bursa saham di Jepang, China, dan Asia Tenggara rebound dari kerugian minggu ini, dan sentimen juga membaik setelah Bank of England melakukan intervensi di pasar obligasi untuk mencegah jatuhnya sektor keuangan di negara tersebut.

Indeks teknologi seperti Hang Seng Hong Kong dan KOSPI Korea Selatan termasuk di antara yang berkinerja terbaik untuk hari ini, masing-masing naik lebih dari 1%.

Indeks Wall Street juga mendapat bantuan dari sektor teknologi selama sesi semalam, tatkala dolar dan imbal hasil Treasury mundur dari level puncak baru ini. Tetapi sektor teknologi tetap menjadi yang paling tertekan oleh kenaikan suku bunga tahun ini, saat pasar mendiskon hasil laporan pendapatan di masa depan terkait penguatan dolar.

Trader tetap tidak yakin atas penguatan hari Kamis, mengingat bahwa faktor-faktor di balik anjloknya pasar saham baru-baru ini masih berperan.

Bank-bank sentral di seluruh dunia diperkirakan akan terus menaikkan suku bunga tahun ini karena mereka menghadapi lonjakan besar dalam inflasi. Kekhawatiran atas potensi resesi - yang berasal dari inflasi dan suku bunga tinggi - juga membuat investor gelisah.

Kenaikan suku bunga AS telah sangat membebani pasar Asia tahun ini, dan tekanan diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah pejabat Federal Reserve juga memperkuat ekspektasi minggu ini bahwa bank sentral akan terus memperketat kebijakan agresif.

Tetapi The Fed tidak sendirian dalam menaikkan suku bunga. Bank Sentral Eropa baru-baru ini menaikkan suku bunga dan mengisyaratkan lebih banyak kenaikan tatkala bergerak untuk menormalkan kebijakan moneter. Bank of England juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga besar untuk mendukung poundsterling, yang jatuh ke titik rekor terendah minggu ini.

Di Asia, indeks bluechip Nifty 50 India naik 0,6% menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan luas oleh bank sentral pada hari Jumat. Reserve Bank ini juga bersaing dengan kenaikan inflasi dan tenggelamnya rupee.

Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 bluechip China naik 0,5%, didorong oleh lebih banyak langkah-langkah stimulus dari pemerintah. Negara tersebut mendistribusikan sekitar 300 miliar yuan ($42 miliar) yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur melalui tiga bank negara, dan juga akan menopang pertumbuhan ekonomi dengan melakukan proyek-proyek infrastruktur publik yang besar.

Fokus juga kini tertuju pada data manufaktur China yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan aktivitas yang berkelanjutan.

Bursa Asia Menguat Ikuti Rebound Wall Street, tapi Prospek Tetap Tidak Pasti
 

Artikel Terkait

Ditutup ke Level 7.081, IHSG Rabu Menguat 0,98 Persen
Ditutup ke Level 7.081, IHSG Rabu Menguat 0,98 Persen Oleh Pasar Dana - 30/11/2022

  Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu (30/11/2022) Berhasil Menguat ke zona hijau dengan ditutup Naik 0,98% atau meningkat...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Muslimin Dhory Tjahjono
Muslimin Dhory Tjahjono 29/09/2022 14:29
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
tekanan inflasi masih akan memberi negatif(stimulus) pada proyek2 infrastruktur.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email