Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Biang Kerok Harga Saham Bukalapak Rontok Berkeping-Keping, Ternyata Oh Ternyata....

Pasar Saham15/10/2021 14:46
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Biang Kerok Harga Saham Bukalapak Rontok Berkeping-Keping, Ternyata Oh Ternyata....

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) rontok berkeping-keping hingga berada di bawah harga penawaran perdana (IPO) yang sebesar Rp850 per saham. Melansir dari RTI, harga saham itu jatuh hingga ke level terendahnya di angka Rp685 per saham. 

Sampai dengan penghujung pekan ini pun, koreksi harga saham Bukalapak masih terus terjadi. Tercatat hingga pukul 14.12 WIB, harga saham Bukalapak anjlok sedalam -3,36% ke level Rp720 per saham. Selama lima hari perdagangan bursa, saham Bukalapak memerah empat hari dan hanya menghijau sekali pada Kamis, 14 Oktober 2021 dengan kenaikan 7,19% ke level Rp745 per saham. Baca Juga: Keluarga Riady Pasang Badan Bantu Matahari Bayar Utang ke BNI dan CIMB Lewat Jalur Rights Issue

Jika dikalkulasikan, koreksi harga saham Bukalapak mencapai -11,59% dalam sepekan atau setara -15,70% dalam sebulan terakhir. Merangkum perdagangan hari ini, aktivitas jual atas saham Bukalapak membukukan net sell asing senilai Rp4,33 miliar. Baca Juga: Ikut Jejak King BCA (JK:BBCA), Surya Citra Media Dapat Lampu Hijau Stock Split Saham 1:5

Lantas, apa yang terjadi sehingga harga saham Bukalapak bisa jatuh sedemikian dalam?

Corporate Secretary Bukalapak, Perdana Arning Saputro, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan. Penurunan harga saham secara signifikan itu pun diklaim tidak berkaitan dengan kinerja Bukalapak. Perubahan portofolio investor disebut menjadi dalang koreksi harga saham Bukalapak.

"Berdasarkan diskusi kami dengan pelaku pasar modal, terjadi perubahan dalam portofolio investor mengingat lonjakan harga komoditas akhir-akhir ini, terutama di sektor energi seperti batu bara," pungkasnya pada Kamis, 14 Oktober 2021 kemarin.

Ia menambahkan, penurunan harga saham Bukalapak dalam beberapa waktu terakhir mencerminkan dampak tren global dan makro yang berada di luar kendali manajemen.

"Kondisi tersebut tidak terkait dengan kinerja Bukalapak melainkan lebih mencerminkan dampak tren global dan makro di luar kendali Bukalapak dan manajemen," tutupnya.

Biang Kerok Harga Saham Bukalapak Rontok Berkeping-Keping, Ternyata Oh Ternyata....
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email