Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Berderet! Daftar Perusahaan RI yang Nyemplung ke Industri Mobil Listrik

Pasar Saham10/12/2020 15:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Berderet! Daftar Perusahaan RI yang Nyemplung ke Industri Mobil Listrik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Mobil listrik menjadi inovasi terbaru dalam dunia transportasi yang populer sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Memanfaatkan energi listrik sebagai penggeraknya, mobil listrik diklaim jauh lebih ramah lingkungan daripada kendaraan berbahan bakar fosil seperti bensin dan solar.Â

Perusahaan-perusahaan otomotif dunia pun berlomba-lomba untuk terjun dan menciptakan mobil listrik, sebut saja Hyundai, Tesla, dan Toyota. Euforia untuk ikut terlibat dalam industri mobil listrik pun dirasakan oleh Indonesia.Â

Buktinya, sejumlah perusahaan mendeklarasikan diri akan membangun pabrik mobil listrik di Tanah Air. Bahkan, Indonesia sendiri pun mendirikan pabrik baterai listrik untuk menunjukkan eksistensinya di industri ini.

Lantas, siapa sajakah perusahaan Indonesia yang ikut terjun dan terlibat dalam industri mobil listrik? Berikut adalah daftarnya.

1. Toyota - Astra International (JK:ASII)

PT Astra Internasional Tbk (ASII) melalui perusahaan ventura miliknya, yakni PT Toyota Astra Motor (TAM) berkomitmen untuk turut mengembangkan dan meningkatkan pentrasi mobil listrik di Indonesia. Hal itu sempat disinggung oleh Marketing Director TAM, Anton Jimmy Suwandi, pada pertengahan tahun 2020 lalu.Â

"Kami tetap komitmen untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia karena memang itu untung jangka panjang. Bukan hanya untuk tahun ini, tetapi juga tahun depan dan seterusnya," pungkas Anton pada Mei 2020.

Seakan kembali mempertegas komitmen tersebut, Yoichi Miyazaki selaku Asia Region CEO Toyota Motor Corporation dua hari lalu menyatakan bahwa Toyota akan segera memproduksi mobil listri di Indonesia. Dalam agenda pertemuan secara virtual yang juga diikuti oleh Menko Bidang Perekonomian, Airlangga, Yoichi menyebut bahwa pihaknya menggelontorkan dana investasi hingga US$2 miliar atau setara dengan Rp28,29 triliun untuk rencana tersebut.

"Setidaknya dalam lima tahun ke depan, Toyota sudah menyiapkan sepuluh jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia. Teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Indonesia," pungkas Yoichi dilansir pada Kamis, 10 Desember 2020.Â

Dengan nilai investasi sebesar itu, Yoichi memperkirakan konsumsi bahan bakar akan dapat ditekan hingga 126 liter pada tahun 2025 mendatang. Bali dipilih menjadi lokasi proyek pengembangan mobil listri Toyota karena dianggap dapat mendukung ekosistem eco-tourism di Pulau Dewata itu.

2. Inalum - Antam

Komitmen menciptakan kendaraan berteknologi ramah lingkungan juga ditunjukkan oleh pemerintah dalam mendukung pengembangan mobil listrik di Tanah Air. Melalui holding BUMN pertambangan Inalum atau MIND ID, pemerintah menyatakan siap membangun pabrik baterai mobil listrik dengan nilai investasi US$20 miliar atau setara dengan Rp290 triliun.Â

Menteri BUMN, Erick Thohir, menyampaikan bahwa proyek pabrik baterai yang diklaim akan menjadi yang terbesar kedua di dunia ini akan menyasar dari hulu sampai ke hilir, yakni dari bahan mentah hingga ke produk jadinya. Oleh karena itu, proyek tersebut akan digarap bersama dengan perusahaan BUMN lainnya, yakni PLN, Pertamina, dan PT Aneka Tambang Tbk (JK:ANTM) (Antam). Nantinya, ketiga BUMN tersebut akan membentuk unit usaha baru bernama PT Indonesia Battery.

Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Inalum, yakni Orias Petrus Moedak menjelaskan bahwa ada tiga lokasi yang dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan pabrik, yaitu Sulawesi Tenggara, Halmahera, dan Papua. Proyek ini pun ditargetkan dapat berjalan dua hingga tiga tahun ke depan.

"Pendanaan sebelumnya ada yang tanya nilai proyek kan sekitar US$12 miliar, lalu Pak Menteri (BUMN) katakan USD20 miliar karena turunannya lebih jauh, tidak berhenti pada nilai yang saya sampaikan, sehingga bisa sampai USD20 miliar. Kita terbuka untuk mitra kita, nikel kita banyak, mitra ketiga masuk bisa capai USD20 miliar, sekarang hitungan masih USD12 miliar," pungkasnya seperti dilansir dari Sindonews.

3. Inalum - Vale Indonesia

PT Vale Indonesia Tbk (JK:INCO) juga disebut akan turut dilibatkan dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Erick Thohir, mengingat posisi Vale Indonesia saat ini sebagai pemilik aset nikel terbesar di dunia.

Ambisi Erick Thohir untuk menegaskan eksistensi Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia semakin tinggi ketika Inalum menuntaskan akuisisi 20% saham Vale Indonesia dari dua pemegang saham mayoritas sebelumnya, yakni Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co.Ltd.

Erick meyakini, akusisi tersebut menjadi momen penting dalam hilirisasi industri pertambangan nasional yang berperan strategis dalam industri nikel secara global. Bagaimanapun, dengan akuisisi ini pula Inalum mendapat akses untuk mengamankan pasokan bahan baku industri hilir nikel Indonesia, entah itu untuk diolah menjadi stainless steel maupun baterai mobil listrik

"Ini langkah bagus untuk memperkuat value chain di Indonesia serta pengembangan industri baterai untuk mobil listrik sebagai bagian dari proses transformasi sistem energi," pungkas Erick dalam keterangan pers pada awal Oktober 2020 lalu.

4. Nissan - Indomobil Â

PT Indomobil (JK:IMAS) Sukses Internasional Tbk (IMAS) secara tidak langsung juga ikut terlibat dalam industri mobil listrik setelah entitas anak usahanya, yakni PT IMG Sejahtera Langgeng mengakuisisi 75% saham PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI). Pengambilalihan saham tersebut efektif berlaku pada 3 November 2020 lalu.

Perlu diketahui, setelah berada di bawah naungan Indomobil, Nissan memulai strategi penjualan produk baru berupa mobil listrik bernama Nissan Kicks e-Power pada November 2020. Mobil tersebut seluruhnya digerakkan menggunakan energi listrik dengan baterai lithium-ion yang membantu dalam optimalisasi tenaga penggerak kendaraan sehingga menjadi lebih hemat energi.

Manajemen NMDI meyakini, tren mobil listrik di Indonesia akan terus mengalami kenaikan. Pasalnya, mobil listrik menawarkan sensasi berkendara yang nyaman tanpa khawatir kehabisan energi karena menggunakan daya listrik.

"Saya yakin tren mobil listrik di Indonesia akan terus naik karena konsumen akan tetap bisa merasakan sensasi berkendara ala mobil listrik," pungkas Marketing Director NMDI, Bagus Susanto, beberapa waktu lalu.Penulis/Editor: Lestari Ningsih
Foto: Reuters/Jason Lee

Berderet! Daftar Perusahaan RI yang Nyemplung ke Industri Mobil Listrik
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email