Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Atas Nama Investasi, Bank Jago Akhirnya Merugi

Pasar Saham26/07/2021 17:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Atas Nama Investasi, Bank Jago Akhirnya Merugi

PT Bank Jago Tbk (ARTO) menanggung kerugian sebesar Rp47 miliar sepanjang semester I 2021. Bank digital besutan konglomerat Jerry Ng ini mengaku kerugian tersebut merupakan imbas dari peningkatan biaya operasional sebesar 135% menjadi Rp183 miliar per Juni 2021. 

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, mengungkapkan bahwa Bank Jago sebagai bank teknologi yang masih berkembang aktif mengalokasikan belanja modal () untuk investasi di bidang IT, pengembangan aplikasi, dan rekrutmen talenta baru.  Baca Juga: Bisnis RS Milik Konglomerat Dato Sri Tahir Berubah 180 Derajat: Dari Buntung Jadi Untung!

"Jadi, kinerja belim positif karena faktor investasi. Kami menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dan masih sejalan dengan perencanaan awal. Investasi ini tentu akan bisa dinikmati hasilnya di masa mendatang," pungkas Kharim pada Senin, 26 Juli 2021.  Baca Juga: Rupiah Hari Ini Gak Tenang! Dag-Dig-Dug saat Dolar AS Menang Lawan Banyak Mata Uang!

Ia menambahkan, secara kuartalan rugi yang ditanggung Bank Jago tercatat mengalami perbaikan. Bank Jago diketahui merugi Rp38 miliar pada Q121 dan menurun menjadi Rp9 miliar pada Q121. Penurunan tersebut ditopang oleh adanya kenaikan kredit dan penempatan dana lebuh dari hasil right issue di instrumen produktif lainnya.

"Data tersebut menunjukkan bahwa kinerja bank ini terus membaik dan semakin solid," sambungnya.

Bank Jago membukukan kenaikan 695% (yoy) menjadi Rp2,17 triliun sepanjang semester I 2021 dengan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 0%. Kenaikan kredit itu pun mendongkrak pendapatan bunga Bank Jago hingga 289%. Dengan beban bunga yang meningkat 46%, Bank Jago mengantongi kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 423% menjadi Rp139 miliar.

Aset Bank Jago mengalami kenaikan signifikan hingga 491% dari Rp1,7 triliun menjadi Rp10 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) pun meningkat sebesar 326% menjadi Rp1,73 triliun.

Atas Nama Investasi, Bank Jago Akhirnya Merugi
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email