Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Indonesia Bersiap Menghadapi Wabah COVID-19 yang Semakin Memburuk

Indonesia15/07/2021 11:37
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Shutterstock

Investing.com - Indonesia bersiap menghadapi wabah COVID-19 yang semakin parah setelah peningkatan kasus yang bertambah, menteri senior RI Luhut Pandjaitan mengatakan pada Kamis (15/07), dan memperingatkan bahwa infeksi varian Delta yang lebih ganas telah menyebar lebih cepat daripada yang diantisipasi.

Mengutip Reuters Kamis (15/07), negara terpadat keempat di dunia ini tengah berusaha untuk memperlambat penularan virus bahkan setelah memberlakukan pembatasan mobilitas terberatnya sejauh ini.

Angka lebih dari 54.000 kasus pada hari Rabu adalah yang terbaru dari banyak tingkat puncak dalam sebulan terakhir, dan naik lebih dari sepuluh kali lipat pada jumlah infeksi di awal Juni.

Dalam konferensi pers streaming, menteri senior Luhut Pandjaitan mengatakan kasus COVID-19 harian masih bisa naik karena varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India, memiliki masa inkubasi dua hingga tiga minggu.

"Kita sudah dalam skenario terburuk," pungkas Luhut.

"Kalau kita bicara sekitar 60.000 (kasus sehari) atau sedikit lebih dari itu, kita baik-baik saja. Kita berharap tidak sampai 100.000, tetapi walaupun sampai di sana, kita tengah bersiap untuk itu," tambahnya.

Pemerintah telah mengubah beberapa gedung menjadi fasilitas isolasi, mengerahkan dokter dan perawat baru untuk merawat pasien COVID-19 dan mengimpor obat-obatan perawatan dan oksigen, katanya.

Rumah sakit di Pulau Jawa terpadat di Indonesia telah dibanjiri dalam beberapa pekan terakhir. Banyak orang pun kesulitan mendapatkan perawatan dan ratusan orang meninggal saat mengisolasi diri.

Kasus dan tingkat rawat inap juga telah meningkat di beberapa bagian Sumatera dan Kalimantan dan daerah yang lebih terpencil seperti Papua Barat, di mana fasilitas kesehatan kurang siap untuk menangani wabah.

Pemerintah sedang menganalisis situasi dan akan memutuskan apakah akan memperpanjang pembatasan darurat virus corona saat ini yang akan berakhir pada 20 Juli, katanya.

Dalam pernyataan terpisah, gugus tugas COVID-19 negara imengatakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan masih rendah meskipun ada pembatasan mobilitas.

Indonesia Bersiap Menghadapi Wabah COVID-19 yang Semakin Memburuk
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email