Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday Diperpanjang: Diskon InvestingPro+ hingga 60% KLAIM PENAWARAN

Mata Uang Asia Turun Gegara COVID China, tapi Baht & Peso Filipina Menguat

Forex 25/11/2022 11:07
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
USD/JPY
-0,47%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AUD/USD
+1,53%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/THB
-0,93%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/CNY
-1,05%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/MYR
-1,28%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/PHP
-0,14%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Ambar Warrick

Investing.com - Mata uang mayoritas Asia kembali turun pada hari Jumat dalam kekhawatiran atas memburuknya kondisi COVID-19 di China mengurangi sentimen, meskipun beberapa mata uang kawasan masih akan naik minggu ini saat sinyal kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve menekan dolar.

Mata uang Asia Tenggara mengungguli yang lain minggu ini, kala prospek Fed yang kurang hawkish membuat investor masuk ke aset berimbal hasil tinggi dan berisiko tinggi. Peso Filipina menguat 0,8% minggu ini, dan baht Thailand menguat 0,7%.

Ringgit Malaysia naik 0,7% pada hari Jumat dan merupakan mata uang terbaik minggu ini dengan melonjak 2% setelah negara itu mengakhiri lima hari kebuntuan politik dengan menunjuk Perdana Menteri baru.

Yuan China turun 0,1%, dan termasuk di antara mata uang Asia berkinerja terburuk minggu ini, atau turun 0,6%. Negara ekonomi terbesar di Asia ini sedang berjuang menahan lonjakan rekor tertinggi kasus harian COVID-19, yang menyebabkan diberlakukannya kembali pembatasan ketat di beberapa kota besar dan juga memicu kerusuhan publik di "iPhone City" Zhengzhou.

Mata uang negara-negara dengan eksposur perdagangan tinggi ke China mencatat pergerakan kecil pada hari Jumat. Dolar Australia naik 0,1%, tetapi akan mengalami kerugian mingguan 1,5% akibat dampak kekhawatiran atas mitra dagang terbesar negara itu.

Pelemahan dolar AS membuat sebagian besar mata uang Asia lainnya tetap berada di jalurnya dengan kenaikan mingguan. Indeks dolar turun 0,2% dalam perdagangan yang menipis pada hari libur, sementara indeks dolar berjangka stabil di sekitar 105,750.

Tetapi greenback akan turun 1% minggu ini setelah notulen rapat Federal Reserve bulan November mengindikasikan bahwa bank sentral tengah mempertimbangkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang.

Beberapa anggota Fed mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil untuk mengukur dampak ekonomi dari kenaikan tajam suku bunga tahun ini. Pasar memperkirakan bank sentral akan menaikkan sebesar 50 basis poin pada bulan Desember, meskipun kenaikan selanjutnya kemungkinan akan ditentukan oleh tren inflasi AS.

Kenaikan suku bunga AS lebih kecil positif untuk mata uang Asia, pasalnya memberi bank sentral kawasan lebih banyak ruang untuk memperketat kebijakan dan menyamai kecepatan The Fed. Tetapi pasar masih tetap tidak pasti kapan suku bunga AS akan mencapai puncaknya.

Yen Jepang turun 0,1% pada hari Jumat setelah data menunjukkan inflasi di Tokyo mencapai level tertinggi 40 tahun pada bulan November, menandakan lebih banyak tekanan inflasi untuk negara tersebut. Tetapi yen ditetapkan untuk naik lebih dari 1% minggu ini, karena sinyal dovish dari Fed membantu mata uang pulih lebih jauh dari posisi terendah beberapa dekade.

Mata Uang Asia Turun Gegara COVID China, tapi Baht & Peso Filipina Menguat
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email