Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Mata Uang Asia Naik Jelang Pidato Powell, Optimisme China Pudar

Forex 30/11/2022 11:03
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
USD/JPY
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/THB
-0,03%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/KRW
-0,09%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/CNY
-0,19%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DX
-0,94%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DXY
-0,92%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Ambar Warrick

Investing.com - Mata uang Asia mayoritas bergerak naik pada hari Rabu dan pasar menunggu lebih banyak petunjuk mengenai kebijakan moneter AS dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, meskipun data ekonomi yang lemah dari China dan ketidakpastian atas kebijakan COVID negara itu membebani sentimen.

Namun, sebagian besar mata uang regional akan mengakhiri November ini bergerak menguat saat dolar AS turun dan ada ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Fed.

Yuan China naik 0,2%, bahkan ketika data menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di negara tersebut menyusut lebih besar dari yang diperkirakan pada bulan November.

Data ini menyoroti meningkatnya dampak kebijakan anti-COVID pada kesehatan ekonomi China, tatkala negara tersebut bergumul dengan peningkatan kasus infeksi yang mencapai rekor tertinggi.

Pasar juga semakin tidak pasti soal apakah pemerintah China akan mengurangi kebijakan zero-COVID yang ketat di tengah meningkatnya reaksi publik terhadap langkah-langkah lockdown. Kendati ada rumor beredar atas langkah tersebut telah mendorong kenaikan kuat di pasar China pada hari Selasa, reli tampaknya mulai kehabisan tenaga.

Namun, yuan akan naik lebih 2% pada bulan November karena diuntungkan dari dolar yang lebih lemah.

Mata uang Asia lain sedikit menguat seiring turunnya dolar, meskipun sentimen tetap rapuh menjelang pidato oleh Ketua Fed Powell kemudian. Indeks dolar AS dan indeks dolar berjangka AS masing-masing turun 0,1%.

Ketua Fed diharapkan akan menentukan arah kebijakan moneter AS untuk sisa tahun ini dengan memberikan kejelasan lebih lanjut tentang apakah kenaikan suku bunga AS akan melambat.

Kendati notulen dari rapat bulan November menunjukkan para pengambil kebijakan mendukung laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang, beberapa anggota Fed mengingatkan bahwa hal ini akan bergantung pada jalur Inflasi AS, yang masih cenderung jauh di atas target tahunan bank sentral.

Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Fed membuat sebagian besar mata uang Asia berada di jalur untuk mencatat kenaikan yang kuat di bulan November.

Won Korea Selatan menjadi pemain terbaik bulan ini, atau naik hampir 7,5% usai Bank of Korea mengisyaratkan bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.

Namun, indikator ekonomi di negara tersebut terus memburuk, di mana data terbaru menunjukkan produksi industri tak diduga menyusut pada bulan Oktober.

Baht Thailand naik 0,2% menjelang kenaikan suku bunga yang diperkirakan pada hari Rabu dan merupakan mata uang Asia Tenggara berkinerja terbaik di bulan November dengan lonjakan 7%.

Yen Japanese turun 0,1% pada hari Rabu usai data menunjukkan produksi industri di negara itu turun lebih besar dari yang diharapkan pada bulan Oktober. Tetapi mata uang ini akan menguat hampir 7% bulan ini setelah berbalik kembali dari level terendah 32 tahun.

Mata Uang Asia Naik Jelang Pidato Powell, Optimisme China Pudar
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email