Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday: Diskon InvestingPro+ hingga 54% KLAIM PENAWARAN

Mata Uang Asia Jatuh Imbas Fedspeak Hawkish, Dolar Kembali ke Puncak 20 Tahun

Forex 28/09/2022 10:46
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters
 
GBP/USD
-0,75%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DXY
+0,32%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/CNH
+0,56%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DX
+0,36%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/IDR
+0,34%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/CNY
+0,48%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Ambar Warrick

Investing.com - Mata uang Asia jatuh pada hari Rabu (28/09) kala dolar AS kembali menguat ke level tertinggi baru 20 tahun pasca komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve dan meningkatnya permintaan safe haven.

Indeks dolar melonjak 0,4% ke level tertinggi baru 20 tahun di 114,68 dan indeks dolar berjangka naik dalam kisaran yang sama. Penurunan pasar yang luas dalam aset-aset yang didorong risiko juga menopang permintaan safe haven untuk greenback.

Mata uang Asia turun tajam karena komentar hawkish dari beberapa pejabat Fed menyiratkan lebih banyak rasa sakit dari kenaikan suku bunga untuk wilayah tersebut.

Yuan luar negeri China termasuk di antara mata uang yang berkinerja terburuk untuk hari ini, turun 0,7% ke rekor terendah 7,2302 terhadap dolar, sementara yuan dalam negeri diperdagangkan pada posisi terendah yang terakhir terlihat selama krisis keuangan 2008.

Tekanan yuan ini datang di tengah kesenjangan yang berkembang antara suku bunga lokal dan internasional, lantaran People's Bank of China (PBoC) memangkas suku bunganya tahun ini.

PBoC tengah berusaha untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat terhambat oleh pembatasan COVID-19 tahun ini. Ekonomi China hampir tidak tumbuh pada kuartal II, dan kemungkinan akan menyusut dalam beberapa bulan mendatang.

Presiden Fed St. Louis James Bullard mengingatkan bahwa AS menghadapi "masalah inflasi yang serius," kemungkinan mengisyaratkan lebih banyak pengetatan kebijakan moneter tatkala negara itu kesulitan meredam inflasi di titik tertinggi 40 tahun. Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan ada "banyak pengetatan dalam saluran" untuk bank sentral.

Komentar mereka muncul hanya beberapa hari setelah Fed menaikkan suku bunga untuk kelima kalinya tahun ini, dan memperingatkan bahwa mereka bersedia mengambil risiko rasa sakit ekonomi dalam pertempurannya melawan inflasi yang tak terkendali.

Suku bunga AS naik 300 poin tahun ini menjadi 3,25%, dan diperkirakan akan mengakhiri tahun 2022 lebih dari 4%. Mata uang Asia telah anjlok tahun ini karena kenaikan suku bunga AS mempersempit kesenjangan antara imbal hasil berisiko dan berisiko rendah, dengan wilayah yang ditetapkan akan mengalami lebih banyak rasa sakit karena suku bunga naik lebih tinggi.

Rupee turun 0,2% dan mendekati rekor terendah 82 terhadap dolar. Won jatuh 0,9%, sementara Dolar Singapura melemah 0,5%.

Yen menjadi salah satu dari beberapa pembeda, atau naik 0,1% dari level terendah 24 tahun. Mata uang ini kemungkinan diuntungkan dari intervensi pemerintah di pasar valuta asing untuk mencegah depresiasi yen lebih lanjut.

Mata uang lain pukul 11.35 WIB, GBP/JPY turun 0,71%, GBPUSD turun 0,66%, EURUSD turun 0,32%, dan AUD/USD turun 0,62%.

Kripto pagi ini bitcoin turun 6,3% pukul 11.31 WIB BTC/USD dan ethereum turun 7% (ETH/USD). Sementara, ETC/USD turun 6,6%.

Di Indonesia, IHSG menguat 0,3% dan rupiah terus melemah 0,8% di 15.245,0 per dolar AS pukul 11.27 WIB.

Sementara, nikel turun 2% hingga dini hari tadi, timah naik 1,96% di ICE London pada penutupan Senin, dan tembaga turun 0,7% pukul 11.33 WIB. Adapun, karet naik 1,74% pada Selasa di Singapura, batubara Newcastle di ICE London mencapai 435,65, kakao AS naik 1,5% hingga dini hari. Serta, kopi robusta di London mencapai 2.181,00 pada Selasa dan gas alam naik 1% pukul 11.35 WIB.

Mata Uang Asia Jatuh Imbas Fedspeak Hawkish, Dolar Kembali ke Puncak 20 Tahun
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email