Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

FX Asia Lanjut Naik Dolar Lemah, Powell Isyarat Hike Rate Lebih Lambat

Forex 01/12/2022 11:44
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
DXY
-0,91%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/JPY
-0,88%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AUD/USD
+1,16%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NZD/USD
+1,01%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/INR
+0,02%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/KRW
-0,94%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh: Ambar Warrick

Investing.com - Mata uang Asia mayoritas terus menguat pada hari Kamis, dan dolar AS turun lebih jauh setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga di masa depan, meskipun rilis data ekonomi yang lemah dari China menekan sentimen.

Yen termasuk di antara mata uang berkinerja terbaik, naik hampir 1% ke 136,76 - level terkuatnya terhadap dolar selama lebih dari tiga bulan.

Mata uang ini juga dibantu oleh data yang menunjukkan belanja modal Jepang naik tertinggi empat tahun selama kuartal III, yang mendorong harapan bahwa kontraksi kejutan PDB kuartal III negara itu akan direvisi lebih baik.

Yuan naik 0,2% setelah reli lebih 1% di sesi sebelumnya di tengah harapan dicabutnya pembatasan COVID-19 yang lebih luas di negara tersebut. Dua kota besar di China melonggarkan beberapa pembatasan COVID minggu ini tatkala meningkatnya kemarahan publik terhadap kebijakan zero-COVID pemerintah.

Tetapi data ekonomi yang lemah meredam optimisme terhadap ekonomi China. Survei swasta menunjukkan sektor manufaktur China - yang menjadi penentu ekonomi - berkontraksi selama tiga bulan berturut-turut pada bulan November, di tengah meningkatnya tekanan dari langkah-langkah anti-COVID.

Hal ini kemungkinan akan membuat negara tersebut mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal IV.

Mata uang Asia lain juga melanjutkan kenaikan pada hari Kamis, saat dolar AS turun lebih lanjut. Ringgit Malaysia memimpin kenaikan di Asia Tenggara dengan menguat 0,8%, adapun rupee India naik 0,3%.

Di antara mata uang Antipodean, dolar Australia naik 0,4%, sedangkan dolar Selandia Baru menguat 0,6%.

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka keduanya turun 0,3% dan bergerak di dekat level terendah 3,5 bulan, setelah anjlok lebih dari 1% di sesi sebelumnya.

Di Indonesia, IHSG melemah 0,61% pukul 14.26 WIB dan rupiah melonjak lebih 1% di 15.562,50 per dolar AS.

Tetapi greenback stabil pada hari Kamis, tapi reli tampaknya melambat di tengah peringatan mengenai kondisi ekonomi AS dan ketidakpastian atas jalur kebijakan moneter.

Kendati Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil}}, ia juga mengingatkan bahwa suku bunga AS akan mencapai puncaknya pada tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan akibat inflasi tinggi. Komentar dari anggota The Fed dalam beberapa minggu terakhir memperkuat gagasan bahwa kenaikan suku bunga di masa depan akan bergantung pada jalur inflasi.

Beige Book The Fed juga menggarisbawahi meningkatnya pesimisme atas ekonomi AS, karena ketidakpastian atas inflasi dan kenaikan suku bunga.

Kekhawatiran atas ekonomi Asia juga tumbuh menyusul sejumlah rilis data ekonomi yang lemah minggu ini.

Won Korea Selatan tertinggal dari rekan-rekannya pada hari Kamis setelah data menunjukkan defisit perdagangan negara itu membengkak lagi pada bulan November, karena memburuknya permintaan untuk ekspor dan meningkatnya impor.

Selain itu, USD/JPY jatuh 1,34%, GBP/JPY jatuh 1,04%, GBPUSD naik 0,29%, EURUSD naik 0,37%, dan AUD/USD menguat 0,55% pukul 14.39 WIB. Kripto bitcoin menguat 1,51% BTC/USD dan ethereum naik 1% (ETH/USD). Sedangkan, ETC/USD turun 0,5%.

Adapun kabar komoditas sore ini, nikel naik 0,25% hingga dini hari, timah naik 0,58% di ICE London pada penutupan Rabu, dan tembaga naik 1,07% pukul 14.41 WIB. Lainnya, karet naik 0,94% pada Rabu di Singapura, batubara Newcastle ICE London mencapai 397,00, kakao AS turun 0,73% pada dini hari. Serta, kopi robusta di London berada di 1.887,00 dan gas alam naik 0,78% pukul 14.42 WIB.

FX Asia Lanjut Naik Dolar Lemah, Powell Isyarat Hike Rate Lebih Lambat
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email