Breaking News
Ambil Diskon 40% 0
🔎 Lihat NVDA ProTips lengkap untuk info instan risiko atau untung Klaim diskon HINGGA 40%

Euro Menguat, Mata Uang Asia Naik Tipis sebelum Angka Inflasi AS

Diterbitkan 12/09/2022 09:38
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters
 
EUR/USD
-0,02%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/JPY
+0,01%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/KRW
+0,28%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DX
+0,03%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DXY
0,01%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Ambar Warrick

Investing.com - Mata uang Asia mayoritas bergerak naik pada hari Senin (12/09) dalam kehati-hatian yang dimulai menjelang data inflasi utama AS yang akan dirilis minggu ini dan euro melanjutkan relinya di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih besar oleh European Central Bank (ECB).

Yen Jepang naik 0,1%, sedangkan won Korea Selatan naik 0,2%. Tekanan sebagian besar mata uang Asia mereda setelah dolar turun lebih lanjut dari level tertinggi 20 tahun pekan lalu.

Indeks dolar turun 0,4% di 108,61, sementara indeks dolar berjangka juga turun dalam kisaran yang sama. Greenback menjadi sasaran aksi ambil untung karena investor membatalkan beberapa posisi long setelah sebulan alami peningkatan kuat.

Penguatan euro, yang menguat 0,5% pada hari Senin, juga membebani greenback, saat investor memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih besar oleh European Central Bank (ECB) tahun ini. Bank sentral menaikkan suku bunga dengan tingkat rekor 75 basis poin minggu lalu dan kesulitan untuk memerangi tingkat inflasi yang sebelumnya tidak tercapai.

Titik fokus utama minggu ini yakni data inflasi harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Selasa, yang sebagian besar diperkirakan akan menentukan arah dolar dalam waktu dekat.

Pasar memperkirakan inflasi akan turun lebih jauh dari level tertinggi yang dicapai awal tahun ini, sebagian besar terbantu oleh penurunan harga bahan bakar. Tetapi angka tersebut masih diharapkan jauh di atas target tahunan Federal Reserve sebesar 2%.

Bank sentral telah berulang kali mengindikasikan bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga besar sampai inflasi menunjukkan tanda-tanda yang jelas akan mencapai targetnya. Pasar memperkirakan peluang lebih 80% dari kenaikan 75 basis poin oleh Fed minggu depan.

Penguatan dolar, dan kesenjangan yang menyempit antara suku bunga pinjaman Asia dan AS membuat sebagian besar mata uang regional turun tajam terhadap greenback tahun ini.

Yen Jepang termasuk yang paling terpukul oleh ini, turun ke level yang terakhir terlihat selama krisis keuangan Asia pada tahun 1998. Keengganan Bank of Japan menaikkan suku bunga juga merupakan faktor kunci dalam kelemahan yen.

Melemahnya yen menarik ekspektasi baru dari pejabat pemerintah untuk melakukan intervensi di pasar mata uang, meskipun sejauh ini tidak ada langkah-langkah seperti itu.

Sentimen terhadap pasar Asia juga agak terganggu dari laporan Reuters bahwa AS bermaksud lebih membatasi ekspor teknologi ke China. Langkah itu bisa mendorong tindakan pembalasan dari Beijing, dan memicu perang dagang lain antara kedua negara.

Baht Thailand jatuh paling besar di antara mata uang Asia Tenggara, turun sebesar 0,3%.

Euro Menguat, Mata Uang Asia Naik Tipis sebelum Angka Inflasi AS
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (3)
erdjasa
erdjasa 12/09/2022 18:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Semoga sesuai harapan
erdjasa
erdjasa 12/09/2022 18:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
semoga sesuai harapan
Wawan Irawan
Wawan Irawan 12/09/2022 11:20
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email