Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Turun, Sentimen Investor Tetap Rapuh akibat Potensi Resesi

Forex 19/05/2022 11:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar AS melemah pada Kamis (19/05) pagi di Asia. Tekanan mata uang safe haven berhenti setelah mengalami kenaikan besar sesi sebelumnya. Namun, kekhawatiran pun berkembang bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve AS dan bank sentral global lainnya dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya terus turun 0,21% di 103,640 pukul 11.17 WIB menurut data Investing.com. Pelemahan ini terjadi setelah mengalami lonjakan sebesar 0,55% selama sesi sebelumnya yang mengakhiri penurunan beruntun tiga hari mata uang AS tersebut.

Pasangan USD/JPY kian naik 0,50% di 128,85 setelah jatuh 0,86% pada hari Rabu. Data perdagangan Jepang untuk April 2022 dirilis sebelumnya menunjukkan ekspor naik sebesar 12,5% tahun ke tahun, impor naik 28,2% tahun ke tahun, dan neraca perdagangan berkontraksi menjadi -JPY839,2 miliar (-$6,51 miliar).

Franc Swiss, sesama aset safe haven, terus menguat. Dolar kehilangan 0,2% lebih lanjut menjadi 0,9857 franc setelah turun 0,6%.

Pasangan AUD/USD menguat 0,94% ke 0,7019 dan NZD/USD juga naik 0,75% menjadi 0,6342. Rupiah masih turun 0,21% ke 14.716,5 per dolar AS hingga pukul 11.43 WIB.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,04% ke 6,7572 dan GBP/USD naik 0,43% di 1,2391 pukul 11.23 WIB.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun menguat 0,88% di 2,909 hingga pukul 11.19 WIB, turun dari level tertinggi 3,015% yang dicapai selama sesi sebelumnya.

Namun, sentimen investor tetap rapuh meskipun reli aset safe haven baru-baru ini surut. Saham Asia dan kontrak berjangka AS turun, menyusul penurunan sebesar 4% untuk S&P 500 dan penurunan 5% untuk Nasdaq sesi sebelumnya.

Data perumahan AS yang buruk pada hari Rabu menambah masalah perlambatan ekonomi. Data izin bangunan tercatat sebanyak 1,819 juta tetapi menyusut 3,2% bulan ke bulan pada April 2022 dan { {ecl-151||pembangunan dimulai}} mencapai 1,724 juta tetapi berkontraksi 0,2% bulan ke bulan.

Ketua Fed Jerome Powell mengadopsi pandangan yang paling hawkish hingga saat ini dari awal pekan ini, dengan mengatakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga setinggi yang diperlukan untuk membendung lonjakan inflasi yang mengancam pondasi ekonomi.

Sikap Powell "membuat sulit untuk mencapai 'pendaratan lunak' bagi ekonomi AS mengingat jeda panjang antara perubahan kebijakan moneter dan perubahan inflasi," ahli strategi mata uang Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY) Joseph Capurso menjelaskan dalam catatan.

"Prospek yang semakin gelap untuk ekonomi AS mendukung dolar dan mata uang safe haven."

Sementara itu, euro mendapatkan kembali sebagian kerugiannya dan naik 0,34% menjadi $1,0502 pukul 11.33 WIB setelah jatuh 0,84% pada hari Rabu. Pound naik 0,42% di 1,2390 setelah jatuh 1,2% semalam, usai data hari Rabu menunjukkan bahwa indeks harga konsumen Inggris tumbuh 9% tahun ke tahun pada April 202. Pertumbuhan tertinggi dalam 40 tahun.

Kembali di Asia Pasifik, dolar Australia mengabaikan peningkatan perubahan pekerjaan yang lebih kecil dari perkiraan, yaitu 4.000 pada April 2022. Data ketenagakerjaan terbaru juga menunjukkan perubahan lapangan kerja penuh sebesar 92.400 dan tingkat pengangguran mencapai 3,9%.

Dolar AS Turun, Sentimen Investor Tetap Rapuh akibat Potensi Resesi
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email