Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Turun Pekan Ini Yield Anjlok 5%, Trader Timbang Perdagangan Reflasi

Forex09/04/2021 09:10
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Yasin Ebrahim

Investing.com - Dolar Amerika Serikat bergerak turun untuk sepekan ini , namun menguat tipis pada Jumat (09/04) pagi setelah indeks berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (08/04) dan tampaknya akan menghentikan kenaikan tiga minggu beruntun karena indikasi reflasi perdagangan yang telah mendorong imbal hasil obligasi tampaknya mulai kehabisan tenaga.

Indeks dolar AS naik tipis 0,03% ke 92,105 pukul 08.58 WIB Jumat pagi usai ditutup melemah 0,44% di 92,069 pada Kamis menurut data Investing.com. Untuk sepekan, indeks bergerak turun 0,91%.

Adapun imbal hasil obligasi AS juga bergerak melemah 0,36% ke 1,626 sampai pukul 08.49 WIB setelah ditutup anjlok 3,16% di 1,626. Untuk sepekan aset ini jatuh 5% lebih. Imbal hasi obligasi diperdagangkan berbanding terbalik dengan harga obligasi, karena investor sepertinya meminta untuk melepaskan "batasan untuk aksi jual berikutnya yang semakin tinggi," kata Commerzbank (DE:CBKG).

Spekulasi The Fed akan dipaksa untuk mengabaikan kebijakan moneter setelah berita ekonomi positif dan inflasi yang tumbuh berubah lebih bernuansa lantaran pasar telah memperkirakan kenaikan bunga Fed pada tahun 2022. Bank sentral terus menegaskan kembali kebijakan moneter yang longgar untuk saat ini.

"Tinggal beberapa hal yang tidak bullish pada pertumbuhan AS, pasar sudah jauh di depan Fed (titik median FOMC tidak berubah hingga 2024) dan Fed enggan untuk mendorong keluar debat tersebut, batas bawah berikutnya dari aksi jual dengan demikian semakin tinggi," sebut Commerzbank.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis menggemakan narasi Fed tentang suku bunga yang lebih rendah untuk jangka panjang dan pembelian obligasi bulanan yang stabil.

"Ada prospek yang lebih cerah untuk ekonomi AS dari dukungan fiskal, vaksin, tetapi ketidakseimbangan dalam pemulihan adalah masalah serius," beber Powell dalam diskusi panel IMF. "Kami ingin melihat serangkaian data bulanan seperti laporan pekerjaan Maret untuk melihat adanya kemajuan."

Kepala Fed itu juga terus meremehkan risiko inflasi yang tak terkendali di tengah kemacetan jaringan pasokan dan pembukaan kembali ekonomi.

Dolar AS Turun Pekan Ini Yield Anjlok 5%, Trader Timbang Perdagangan Reflasi
 

Artikel Terkait

Dolar AS Melemah Tipis, Minat Risiko Kembali Muncul
Dolar AS Melemah Tipis, Minat Risiko Kembali Muncul Oleh Investing.com - 15/10/2021

Oleh Gina Lee Investing.com – Dolar AS kembali melemah sedikit pada hari Jumat (15/10) dan akan mengalami penurunan mingguan pertama sejak awal September. Indeks mundur dari level...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email