Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Terus Melemah Usai Rilis Data CPI, the Fed Jadi Fokus

Forex11/06/2021 14:22
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Dolar Amerika Serikat masih terus melemah pada Jumat (11/06) petang. Trader berspekulasi bahwa kenaikan harga konsumen AS yang besar dan kuat tidak akan cukup untuk segera menggoyahkan sikap kebijakan moneter ultra-longgar dari Federal Reserve.

Pada pukul 14.07 WIB, indeks dolar AS turun 0,10% di 89,985 menurut data Investing.com.

USD/JPY naik tipis 0,05% ke 109,36, GBP/USD turun 0,04% di 1,4168 dan AUD/USD menguat 0,22% ke 0,7769.

Sedangkan rupiah terus menguat 0,37% di 14.192,5 per dolar AS sampai pukul 14.17 WIB.

Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan indeks harga konsumen AS melonjak 5,0% tahun ke tahun di bulan Mei, kenaikan paling tajam lebih dari belasan tahun, naik 0,6% pada bulan tersebut, sementara CPI inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang mudah berubah, meningkat 3,8% tahun ke tahun dan 0,7% bulan ke bulan di bulan Mei.

Pasar valuta asing telah waspada terhadap data inflasi yang kuat sepanjang minggu, dan ini melebihi ekspektasi. Namun, respons tersebut telah diredam karena rilis CPI termasuk kontribusi besar dari kenaikan jangka pendek pada harga tiket pesawat dan mobil bekas, yang semuanya berperan dalam narasi Fed tentang lonjakan inflasi sebagai fenomena sementara.

Keyakinan dalam pemikiran Fed ini dapat dilihat dengan jelas di pasar obligasi, karena imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun jatuh ke level terendah tiga bulan 1,44%. Ketika investor khawatir tentang inflasi di bulan Maret, imbal hasil melonjak hampir 1,78%.

Perhatian sekarang beralih kepada pertemuan minggu depan dari FOMC, tetapi tidak ada lagi harapan besar akan perubahan retorika mengenai perlunya mengurangi stimulus.

Adapun, EUR/USD naik 0,15% ke 1,2188 pukul 14.11 WIB pasca janji baru Kepala ECB Christine Lagarde untuk memberikan pembelian obligasi yang lebih cepat, meskipun ada perbaikan dalam perkiraan pertumbuhan bank sentral, mempertahankan kenaikan oleh mata uang tunggal tersebut.

"Pokok utama dari ECB adalah bahwa akomodasi akan tetap ada dan, seperti The Fed, ECB ingin data daripada didorong oleh perkiraan," ujar Kathy Lien, analis di BK Asset Management.

Kemudian Jumat ada ada bank sentral Rusia bertemu untuk memutuskan tingkat yang sesuai untuk suku bunga di negara tersebut menyusul rilis inflasi tinggi yang tak terduga awal pekan ini.

Inflasi konsumen tahunan meningkat menjadi 6,0% pada bulan Mei, menurut data yang dirilis Senin, jauh di atas target bank sentral sebesar 4%, dan tertinggi sejak Oktober 2016.

Suku bunga berada di 10% saat itu, tetapi sekarang di 5%, mendorong sebagian besar ekonom yang disurvei memperkirakan kenaikan sebesar 50 basis poin, pada 6:30 AM ET (1030 GMT), menjadi 5,5%.

Pada pukul 14.19 WIB, USD/RUB turun 0,12% ke 71,6874.

Dolar AS Terus Melemah Usai Rilis Data CPI, the Fed Jadi Fokus
 

Artikel Terkait

Dolar AS Kian Beranjak Naik, Sepekan Melonjak 2% Lebih
Dolar AS Kian Beranjak Naik, Sepekan Melonjak 2% Lebih Oleh Investing.com - 18/06/2021

Oleh Peter Nurse Investing.com - Dolar Amerika Serikat kian bergerak naik pada Jumat (18/06) petang, terus mendapat suntikan dorongan dari langkah mengejutkan Federal Reserve pada...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email