Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Naik, Yen Melemah ke Terendah 3 Tahun Imbas Lonjakan Harga Energi

Forex12/10/2021 10:38
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar AS bergerak naik pada Selasa (12/10) pagi di Asia, sementara yen mencapai level terendah baru tiga tahun. Mata uang Jepang melanjutkan penurunan di tengah spekulasi melonjaknya harga energi akan mendorong permintaan Jepang untuk dolar. Ekspektasi juga meningkat bahwa AS akan menaikkan suku bunga jauh di depan rekan-rekannya.

Indeks Dolar AS sedikit menguat 0,02% di 94,345 pukul 10.28 WIB.

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,05% di 113,25, dengan yen sempat mencatat sesi terburuknya terhadap dolar dalam lima bulan di level 113,49. Rupiah melemah tipis 0,09% di 14.217,5 per dolar AS hingga pukul 10.31 WIB.

Pasangan AUD/USD melemah 0,20% ke 0,7337 dan NZD/USD turun 0,16% ke 0,6931.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,04% di 6,4529 pukul 10.30 WIB sedangkan GBP/USD naik tipis 0,02% ke 1,3598.

"Apa yang kami lihat di pasar mata uang adalah kombinasi dari prospek Federal Reserve - sebagian besar pasar mengharapkan pengumuman penurunan aset pada bulan November - dan apa yang terjadi dengan komoditas dengan reli yang cukup luas saat ini," ahli strategi mata uang dan ekonom senior Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY) Kim Mundy mengatakan kepada Reuters.

Faktor-faktor ini mempengaruhi yen, karena Jepang adalah importir energi bersih "dan lonjakan harga energi secara efektif merupakan pajak atas konsumsi" dan "mengulangi fakta bahwa Bank of Japan mungkin akan menjadi salah satu bank sentral besar terakhir yang bahkan pertimbangkan untuk mengurangi kebijakan moneter ultra-akomodatif,” tambahnya.

Melonjaknya harga energi, dan dampak inflasinya, juga membuat Federal Reserve AS kemungkinan akan memulai pengurangan aset seperti yang direncanakan pada November 2021 dan menaikkan suku bunga pada 2022 meskipun laporan pekerjaan AS pada Jumat lalu mengecewakan.

Bank sentral lainnya juga memperhatikan masalah harga, seperti Bank of England memberi sinyal akan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Won Korea Selatan turun menjadi 1.200 per dolar untuk pertama kalinya dalam 14 bulan setelah Bank of Korea mempertahankan suku bunga stabil di 0,75% saat menyampaikan keputusan kebijakan sebelumnya.

Dolar AS Naik, Yen Melemah ke Terendah 3 Tahun Imbas Lonjakan Harga Energi
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (3)
Pelukis Amatiran
Pelukis Amatiran 12/10/2021 11:10
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
jadi akan uptrend apa bagimana nih?
Pelukis Amatiran
Pelukis Amatiran 12/10/2021 11:10
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
jadi akan uptrend apa gimana nih?
Pelukis Amatiran
Pelukis Amatiran 12/10/2021 11:10
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
jadi akan uptrend apa gimana nih?
agoes roberts
agoes roberts 12/10/2021 11:10
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
down
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email