Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Menguat Tipis, tapi Gejolak Harga Komoditas Tahan Penguatan

Forex11/05/2021 11:20
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar Amerika Serikat menguat tipis pada Selasa (11/05) pagi di Asia, tetapi kenaikan dibatasi oleh ekspektasi bahwa harga komoditas yang sudah melonjak akan naik lebih lanjut.

Indeks dolar AS naik tipis 0,05% ke 90,233 pukul 11.08 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY naik 0,13% di 108,93. Data yang dirilis sebelumnya di Jepang mengindikasikan pengeluaran rumah tangga bulan Maret tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar tahun 7,2% bulan ke bulan. Pengeluaran tumbuh sebesar 6,2% setahun, kenaikan terbesar sejak September 2019 dan pertumbuhan pertama dalam empat bulan.

Di Indonesia, rupiah melemah tipis 0,03% di 14.199,0 hingga pukul 11.18 WIB.

Pasangan AUD/USD naik tipis 0,06% di 0,7835 pukul 11.11 WIB menjelang pengumuman anggaran federal Australia hari ini. Adapun NZD/USD turun 0,12% di 0,7265.

Pasangan USD/CNY menguat 0,18% di 6,4270. Indeks Harga Konsumen (CPI) China baru saja meleset dari ekspektasi, menyusut sebesar 0,3% bulan ke bulan tetapi tumbuh sebesar 0,9% setahun. Indeks Harga Produsen (PPI) tumbuh lebih baik dari perkiraan 6,8% tahun ke tahun.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,04% di 1,4125 pukul 11.14 WIB.

Investor sekarang menunggu data inflasi dari AS, termasuk CPI inti, yang akan dirilis pada hari Rabu. Data tersebut akan mengukur tingkat tekanan inflasi dan dapat mendorong imbal hasil obligasi naik serta berpotensi memberi dorongan bagi greenback, menurut beberapa investor.

Harga komoditas termasuk minyak mentah, tembaga dan baja diperkirakan akan naik lebih lanjut, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang kenaikan inflasi. Obligasi dan dolar telah berganti-ganti merasakan antara keuntungan dan kerugian dari ekspektasi investor tentang kapan Federal Reserve AS akan mulai menjauh dari kebijakan dovishnya saat ini yang terombang-ambing.

Sejumlah pejabat Fed juga akan menyampaikan pandangannya sepanjang minggu ini, termasuk Gubernur Lael Brainard di kemudian hari. Di seberang Atlantik, Gubernur Ban of England Andrew Bailey akan berpidato pada hari Rabu.

"Saat ini, perdagangan reflasi termudah adalah dengan mengamati harga komoditas dan membeli mata uang komoditas ... pasar memiliki keraguan tentang pandangan ramah Fed terhadap inflasi, tetapi ketidakpastian mengenai kebijakan membuat beberapa pasangan mata uang berada dalam kisaran yang ketat," ahli strategi valuta asing Daiwa Securities Yukio Ishizuki mengatakan kepada Reuters.

Terhadap mata uang lainnya, dolar diperdagangkan pada C$1,2097 melawan mata uang Kanada, level terlemah lebih dari tiga tahun. Itu juga mendekati level terendah dua minggu terhadap peso Meksiko.

Permintaan komoditas diperkirakan akan terus meningkat karena vaksinasi COVID-19 meningkatkan prospek ekonomi di lebih banyak negara. Selain itu, kendala pasokan untuk beberapa komoditas dapat berarti meningkatkan harga dalam jangka pendek, memberikan dorongan lebih lanjut bagi mata uang terkait komoditas.

Dalam cryptocurrency, Ether diperdagangkan di level $3.906, sedikit turun dari rekor tertinggi baru-baru ini di $4.200. Bitcoin juga turun sedikit ke kisaran $ 55.578.

Dolar AS Menguat Tipis, tapi Gejolak Harga Komoditas Tahan Penguatan
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email