Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Menguat, PDB China Alami Perlambatan & Inflasi Selandia Baru Naik

Forex18/10/2021 13:29
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar AS terus bergerak naik pada Senin (18/10). Data inflasi Selandia Baru diumumkan lebih tinggi daripada perkiraan sementara data dari China menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari estimasi. Komentar hawkish dari gubernur Bank of England (BOE) juga menempatkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam radar investor.

Indeks Dolar AS terus menguat 0,20% ke 94,123 pukul 13.12 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,04% di 114,26. Di Indonesia, rupiah melemah 0,28% di 14.110,0 per dolar AS hingga pukul 13.23 WIB.

Pasangan AUD/USD terus melemah 0,34% di 0,7398. Pasangan NZD/USD turun tipis 0,01% di 0,7063. Indeks harga konsumen Selandia Baru tumbuh lebih tinggi dari perkiraan 4,9% tahun ke tahun dan 2,2% kuartal ke kuartal pada kuartal III.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,04% di 6,4365 pukul 13.16 WIB. Yuan menguat dalam perdagangan luar negeri usai data China yang dirilis sebelumnya menunjukkan bahwa PDB tumbuh 0,2% kuartal ke kuartal dan 4,9% tahun ke tahun pada kuartal III tahun 2021. Produksi industri tumbuh 3,1% tahun ke tahun, penjualan ritel tumbuh 4,4% tahun ke tahun pada bulan September dan tingkat pengangguran berada di 4,9%.

Pasangan GBP/USD turun tipis 0,19% di 1,3723.

Dolar AS turun sekitar 0,6% dari level tertinggi 2021 minggu lalu, karena investor semakin berspekulasi bahwa tekanan inflasi dapat berarti adanya potensi kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan dari Federal Reserve AS tetapi bank sentral lainnya bisa agresif selama siklus pengetatan.

Gubernur BOE Andrew Bailey mengatakan pada hari Minggu bahwa lonjakan harga energi akan memperpanjang denyut inflasi dan pengambil kebijakan "harus bertindak" jika mereka melihat risiko.

"Bagian dunia lainnya mungkin melampaui AS dalam hal inflasi, untuk saat ini, dan hal itu memberikan lebih banyak tekanan terhadap bank-bank sentral tersebut daripada AS," analis mata uang Westpac Imre Speizer menjelaskan kepada Reuters.

Di Selandia Baru, peningkatan mengejutkan CPI hanya akan memperkuat kebutuhan Reserve Bank of New Zealand untuk menjaga lintasan kenaikan suku bunga tidak berubah, tambahnya.

Dalam cryptocurrency, bitcoin tetap tepat di bawah rekor tertinggi $64.895 dan terakhir naik 2,78% di $62.335,1 pukul 13.23 WIB. Bitcoin dianggap sebagai lindung nilai inflasi dan muncul harapan tinggi bahwa AS akan menyetujui dana yang diperdagangkan (exchange-traded fund/ETF) di bursa berjangka yang akan menyalurkan uang tunai ke sektor ini.

Dolar AS Menguat, PDB China Alami Perlambatan & Inflasi Selandia Baru Naik
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email