Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Melemah Seiring Surutnya Sentimen Omicron

Forex30/11/2021 11:47
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar Amerika Serikat melemah pada Selasa (30/11) pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya, akibat mencuatnya kekhawatiran varian baru omicron COVID-19 akan menghambat pemulihan ekonomi AS dan menunda kenaikan suku bunga Federal Reserve AS.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun 0,19% ke 96,155 pukul 11.31 WIB menurut data Investing.com. Indeks naik dari level terendah 95,973 yang dicapai pada hari Jumat, ketika mengalami penurunan satu hari terbesar sejak Mei 2021.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,11% di 113,65. Rupiah naik tipis 0,03% ke 14.316,0 per dolar AS hingga pukul 11.36 WIB.

Pasangan AUD/USD sedikit naik 0,06% di 0,7144 dan NZD/USD naik tipis 0,07% ke 0,6829.

Pasangan USD/CNY turun 0,24% menjadi 6,3720. Data China yang dirilis sebelumnya menunjukkan indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) berada di 50,1, sedangkan PMI non-manufaktur berada di 52,3, di bulan November.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,07% ke 1,3321 pukul 11.35 WIB.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan risiko "sangat tinggi" dari lonjakan infeksi omicron, dan beberapa negara malah sudah memperketat kontrol perbatasan. Namun, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa AS tidak akan memberlakukan kembali penguncian, yang memberi sentimen investor sedikit dorongan.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell masih memperkirakan inflasi akan surut selama tahun 2022 seiring penawaran dan permintaan menjadi lebih seimbang. Namun, ia menambahkan pada hari Senin bahwa "kenaikan baru-baru ini dalam kasus COVID-19 dan munculnya varian omicron menimbulkan risiko penurunan terhadap pekerjaan dan aktivitas ekonomi serta meningkatkan ketidakpastian inflasi."

Peningkatan tekanan inflasi berpotensi mempercepat kenaikan suku bunga, tetapi penemuan Omicron pada awalnya melihat investor mendorong kembali ekspektasi untuk pengetatan kebijakan moneter Fed karena adanya risiko terhadap pertumbuhan.

"Tinjauan omicron yang kurang mengerikan telah memungkinkan dolar untuk memulihkan sebagian kerugiannya," tetapi "pembalikan yang agak mengecewakan di pasar global menunjukkan bahwa masih ada tingkat kekhawatiran yang tinggi atas varian tersebut," sebut analis Westpac dalam catatan.

Penguatan ekonomi AS yang berkelanjutan akan menopang greenback, sementara dolar Australia terus terlihat lemah dan penembusan di bawah $0,7106 "sepertinya hanya masalah waktu," tambah catatan itu.

Euro naik tipis 0,06% di 1,1298 pukul 11.37 WIB setelah jatuh ke level terendah hampir 17 bulan di $1,1186 setelah European Central Bank (ECB) mempertahankan sikap dovishnya terhadap inflasi.

Dolar AS Melemah Seiring Surutnya Sentimen Omicron
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email