Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Melemah sebelum Diumumkannya Keputusan Rapat RBA

Forex02/08/2021 12:06
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar Amerika Serikat melemah pada Senin (02/08) pagi di Asia. Greenback membuka minggu yang sibuk ini dengan berbagai data ekonomi dan laporan bank sentral yakni  termasuk laporan pekerjaan AS terbaru dan Reserve Bank of Australia (RBA), di atas level terendah satu bulan.

Indeks dolar AS turun 0,10% di 92,093 pukul 11.43 WIB menurut data Investing.com. Indeks hampir tidak berubah dari hari Jumat ketika turun ke level 91,775 untuk pertama kalinya sejak 28 Juni.

Pasangan USD/JPY stabil di level 109,70 dan AUD/USD sedikit melemah 0,02% di 0,7342. RBA akan mengumumkan keputusan kebijakan pada hari Selasa ketika diperkirakan akan mengubah keputusan sebelumnya untuk memulai pengurangan aset (tapering). Kemungkinan kontributor perubahan taktik RBA akan memperpanjang lockdown di beberapa negara bagian dan Brisbane menjadi kota terbaru yang memperpanjang lockdown-nya, yang semula dijadwalkan berakhir pada hari Selasa, hingga setidaknya hari Minggu. Sydney saat ini berada di bawah aturan lockdown yang akan diterapkan setidaknya selama sembilan minggu hingga 28 Agustus.

Di Indonesia, rupiah bergerak menguat tipis 0,02% di 14.457,5 pukul 11.27 WIB.

Pasangan NZD/USD turun 0,11% ke 0,6966 pukul 11.52 WIB.

Pasangan USD/CNY naik 0,06% di 6,4648. Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) China, dirilis sebelumnya hari ini, diketahui lebih rendah dari perkiraan 50,3 pada bulan Juli. PMI manufaktur dan non-manufaktur untuk bulan yang sama, yang dirilis pada hari Sabtu, masing-masing sebesar 50,4 dan 53,3.

Pasangan GBP/USD stagnan di level 1,3901 pukul 11.55 WIB menjelang keputusan kebijakan Bank of England, yang akan diumumkan pada hari Kamis.

Greenback turun 0,88% selama minggu lalu, kinerja terburuknya sejak awal Mei 2021. Ketua Federal AS Jerome Powell menegaskan kembali bahwa kenaikan suku bunga masih "jauh" dan pasar kerja masih memiliki "beberapa alasan untuk dibantu" sebelum bank sentral dapat memulai pengurangan aset (tapering) saat menerbitkan keputusan kebijakan Fed selama minggu sebelumnya.

Sentimen Powell digaungkan oleh Gubernur Fed Lael Brainard, yang pada hari Jumat mengatakan, "pekerjaan masih jauh."

Keputusan kebijakan Fed yang diumumkan bulan sebelumnya, pada Juni, mendorong dolar ke level tertinggi sejak April 2021 karena investor berspekulasi pada pengurangan aset yang akan dimulai pada awal Mei 2021. Data terbaru dari Komisi Perdagangan Komoditas Berjangka (CFTC) AS dan perhitungan yang disiapkan oleh Reuters mengindikasikan posisi beli bersih dolar naik ke level tertinggi sejak awal Maret 2020 dalam pekan hingga 27 Juli.

Investor sekarang mengalihkan perhatiannya ke laporan pekerjaan terbaru AS, termasuk ketenagakerjaan non pertanian dan tingkat pengangguran, yang akan dirilis pada hari Jumat.

"Data upah AS akan menjadi risiko peristiwa besar," kata Kepala Riset Pepperstone, Chris Weston dalam catatan.

"Jika kita melihat penciptaan satu juta pekerjaan yang sulit dipahami, maka isyarat pengumuman pengurangan program pembelian aset September akan meningkat," bisa mendorong dolar, sedangkan angka sekitar 703.000 atau lebih rendah akan memberi tekanan bagi mata uang itu lebih rendah, catatan tersebut menambahkan.

Dolar AS Melemah sebelum Diumumkannya Keputusan Rapat RBA
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email