Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday: Diskon InvestingPro+ hingga 54% KLAIM PENAWARAN

Dolar AS Melemah; Poundsterling Rebound Usai PDB Inggris Tumbuh 0,2%

Forex 30/09/2022 16:28
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
EUR/USD
-0,40%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GBP/USD
-1,07%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/JPY
-0,17%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AUD/USD
-1,40%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/CNY
+0,48%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DXY
+0,58%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Dolar AS melemah di awal perdagangan Eropa pada Jumat (30/09) petang di mana poundsterling dan euro stabil di dekat level tertinggi satu minggu, ditopang oleh intervensi Bank of England dan ekspektasi pengetatan agresif oleh European Central Bank (ECB).

Pukul 14.05 WIB, Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya, turun 0,3% di 111,903, mendekati level terendah satu minggu di 111,64 yang dicapai sesi sebelumnya.

GBP/USD naik 0,3% ke 1,1157, setelah sebelumnya naik di atas 1,12 di sesi Asia, hampir menghapus semua kerugian besar setelah pengumuman anggaran mini pemotongan pajak pemerintahan baru minggu lalu.

Rebound ini pasca Bank of England mengumumkan pembelian obligasi darurat, menopang pasar gilt dan dengan terkait juga poundsterling.

"Peristiwa di Inggris ... menandai pertama kalinya lingkungan makro stagflasi ini berisiko berkembang menjadi krisis keuangan," kata analis di ING dalam catatan. "Untungnya, Bank of England melakukan intervensi secara agresif di pasar Gilt dan kondisi pasar untuk sementara waktu telah stabil. Namun, tidak akan ada ruang untuk berpuas diri pada musim gugur ini karena volatilitas kembali ke level tertinggi tahun 2020."

Poundsterling juga telah dibantu oleh data yang menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh 0,2% pada kuartal II, peningkatan yang mengejutkan dari perkiraan sebelumnya yang turun 0,1%, dan menghindari resesi musim panas.

EUR/USD naik tipis ke 0,9817 usai Inflasi Prancis menunjukkan beberapa tanda moderasi, turun 0,5% pada bulan September.

Pasangan ini telah naik ke level tertinggi  harian di 0,9844 pada awal sesi setelah data inflasi konsumen Jerman yang baik, yang dirilis pada hari Kamis, menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh ECB menjelang rilis angka IHK Zona Euro.

Namun euro tetap tertekan oleh situasi geopolitik yang sulit, di mana wilayahnya menderita krisis masalah energi karena perang Rusia di Ukraina terus berlanjut.

Para menteri energi Uni Eropa akan bertemu Jumat nanti untuk membahas opsi untuk menghukum Rusia lebih lanjut dan Presiden Vladimir Putin sepertinya akan segera mengumumkan aneksasi empat wilayah Ukraina lainnya.

Dolar AS telah diminati akhir-akhir ini, naik ke level tertinggi 20 tahun, saat para pengambil kebijakan Fed menyiratkan kenaikan suku bunga lanjutan untuk mengendalikan inflasi di level tertinggi bersejarah.

Namun, ada sedikit hambatan dalam tekad itu ketika Presiden Fed San Francisco Mary Daly mengulangi kekhawatiran pada hari Kamis yang ia angkat awal pekan ini soal kebijakan pengetatan terlalu berlebiha dan implikasi yang dapat terjadi pada ekonomi AS.

USD/JPY turun tipis ke 144,32, diperdagangkan sebagian besar sideways di bawah level psikologis penting 145 sejak pejabat Jepang melangkah untuk melakukan intervensi pembelian yen pertamanya sejak tahun 1998 pada minggu lalu.

AUD/USD yang sensitif terhadap risiko naik 0,1% ke 0,6503, sementara USD/CNY turun 0,5% ke 7,0900 setelah data resmi PMI China menunjukkan sektor manufaktur negara itu tanpa diduga tumbuh pada bulan September.

Dolar AS Melemah; Poundsterling Rebound Usai PDB Inggris Tumbuh 0,2%
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Muslimin Dhory Tjahjono
Muslimin Dhory Tjahjono 01/10/2022 9:02
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
relaksasi pajak inggris, akan membantu penguatan daya beli masyarakatnya, perlu ambisi fiskal yg lebih kuat untuk melawan kenaikan suku bunga global, kedepan nampaknya ingris akan keluar lebih cepat dari krisis dikawasan.support pemulihan krisis daya beli yg pertama dipulihkan, relaksasi pajak diinggris pada jalur yg tepat dan pada saatnya pasar akan familiar kembali pada GPB.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email