Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Lanjut Naik Usai Rilis Pertumbuhan China, Pidato Bailey Topang GBP

Forex18/10/2021 15:05
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Oleh Geoffrey Smith

Investing.com - Dolar AS memulai minggu ini dengan beranjak naik di tengah pergerakan terbaru aksi penghindaran risiko global usai data menunjukkan ekonomi China melambat lebih dari yang diperkirakan pada kuartal III.

Pada pukul 14.47 WIB, indeks dolar AS melemah 0,17% ke 94,097 dengan mencatat kenaikan terbesarnya terhadap mata uang komoditas seperti Aussie, dan juga melawan won Korea. Rupiah terus melemah 0,28% di 14.110,0 per dolar AS hingga pukul 14.48 WIB.

Data dari Beijing menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto melambat menjadi hanya 4,9% pada kuartal tersebut, lantaran gelombang varian Delta Covid-19 memaksa negara itu melakukan penguncian paling agresif sejak awal 2020.

Gubernur People's Bank of China Yi Gang dilaporkan mengatakan bahwa risiko dari perlambatan dapat dikendalikan, tetapi angka-angka tersebut memicu kegelisahan baru, dengan investor memperhatikan krisis kredit yang berlangsung di sektor real estat, yang menyumbang porsi yang lebih besar dari investasi bisnis daripada yang lain di ekonomi terbesar kedua di dunia.

Analis di Nordea mengatakan dalam catatan kepada klien bahwa China tetap berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target pertumbuhan resmi sebesar 6% selama setahun penuh, dibantu oleh efek dasar yang lemah dan paruh pertama yang kuat tahun ini.

"Namun, alasan di balik perkembangan yang lemah diperkirakan tidak akan hilang dalam waktu dekat dan ada banyak risiko penurunan pada perkiraan pertumbuhan untuk 2022," kata analis Tuuli Koivu.

Pada pukul 03:00 AM ET, dolar berada di 6,4360 yuan, sedikit berubah dari penutupan Jumat, dalam kelanjutan dari pola yang menunjukkan PBoC memungkinkan sedikit atau tidak ada fleksibilitas nilai tukar saat ketidakpastian meningkat.

Di Eropa, penguatan dolar menghentikan sterling dari kenaikan tajam usai nada komentar paling hawkish dari Gubernur Bank of England Andrew Bailey tentang inflasi.

Bailey mengatakan kepada audiensi para gubernur bank sentral pada hari Rabu bahwa kenaikan harga energi memberikan arti bahwa lonjakan inflasi tahun ini kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, dan Bank sentral "harus bertindak" untuk menjaga ekspektasi inflasi terkendali. GBP/USD turun tipis 0,04% di 1,3744 pukul 14.55 WIB.

Euro tetap berada di bawah tekanan, sebagai salah satu dari sedikit mata uang utama di mana bank sentralnya masih berkomitmen untuk tidak mengetatkan kebijakan moneter. EUR/USD turun 0,05% di 1,1592.

Dolar AS Lanjut Naik Usai Rilis Pertumbuhan China, Pidato Bailey Topang GBP
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email