Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Lanjut Melemah, Pernyataan Fed Tekan Kegelisahan soal Inflasi

Forex25/05/2021 13:38
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar Amerika Serikat lanjut melemah pada Selasa (25/05) petang usai komentar dari pejabat Federal Reserve AS meredakan kekhawatiran investor terkait potensi kenaikan tingkat inflasi.

Indeks dolar AS masih bergerak turun 0,14% ke 89,713 pukul 13.19 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,01% di 108,73. Jepang berencana untuk memperpanjang status keadaan daruratnya karena jumlah kasus COVID-19 di negara itu kian mengalami peningkatan. Departemen Luar Negeri AS pun menaikkan status peringatan perjalanannya ke Jepang menjadi level empat.

Sedangkan, rupiah beranjak turun 0,15% ke 14.329,0 per dolar AS hingga pukul 13.34 WIB.

Pasangan AUD/USD naik 0,21%  ke 0,7769 pukul 13.25 WIB. Melbourne telah membatasi pertemuan di kota terbesar kedua di Australia karena harus menangani wabah COVID-19 terbaru.

Pasangan NZD/USD naik 0,25% di 0,7233. Reserve Bank of New Zealand akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu. Beberapa investor sudah memperkirakan bank sentral itu kemungkinan mulai memproyeksikan kenaikan suku bunga.

Pasangan USD/CNY turun 0,21% di 6,4042 pukul 13.28 WIB dan GBP/USD naik 0,23% di 1,4187.

Pejabat Federal Reserve AS, terdiri dari Gubernur Lael Brainard, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, dan Presiden Fed St.Louis James Bullard, menegaskan bahwa setiap kemunculan inflasi bersifat sementara.

"Saya pikir akan tiba saatnya kita bisa berbicara lebih banyak tentang mengubah parameter kebijakan moneter, saya rasa kita tidak harus melakukannya saat kita masih dalam pandemi," Bullard menyampaikan pada hari Senin.

Sementara itu, Indeks Aktivitas Nasional AS Fed Chicago, yang dirilis pada hari Senin, dirilis sebesar 0,24 yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan April, mengurangi kekhawatiran investor tentang perubahan kebijakan moneter dovish Fed.

"Pasar tampaknya mendekati narasi Fed bahwa ledakan inflasi hanya mungkin terjadi sementara," Rodrigo Catril, ahli strategi FX senior di National Australia Bank, mengatakan kepada Reuters.

"Lonjakan harga sementara seharusnya tidak memicu penghapusan kebijakan stimulasi dari bank sentral," tambahnya.

Investor sekarang fokus pada bagaimana inflasi akan berdampak pada keputusan kebijakan bank sentral ke depan.

"Seluruh dunia berada dalam mode tunggu dan lihat," kata Stuart Oakley, kepala perdagangan mata uang tunai di Nomura.

"Beberapa bulan kedepan akan menjadi sangat penting bagi FX, murni berdasarkan pada saat The Fed mulai berbicara tentang tapering, dan itu 100% tentang bagaimana data akan berjalan dengan baik bulan ini dan bulan depan," ungkapnya. "Begitu kita mendapatkan begitu banyak saran bahwa beberapa stimulus itu (telah) bergerak, maka semuanya akan berubah secara drastis."

Oakley telah memangkas posisi perdagangannya sendiri saat ketidakpastian berkembang.

Investor sekarang menunggu data lebih lanjut, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti AS, yang akan dirilis pada 28 Mei.

Dari cryptocurrency, bitcoin terus melesat naik 7,60% ke $38.690,7 pukul 13.33 WIB.

Dolar AS Lanjut Melemah, Pernyataan Fed Tekan Kegelisahan soal Inflasi
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email