Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Kian Beranjak Naik, Sepekan Melonjak 2% Lebih

Forex18/06/2021 14:05
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Dolar Amerika Serikat kian bergerak naik pada Jumat (18/06) petang, terus mendapat suntikan dorongan dari langkah mengejutkan Federal Reserve pada Kamis dalam memajukan jadwal untuk menaikkan suku bunga.

Pada pukul 13.53 WIB, indeks dolar AS terus naik 0,16% di 92,023 menurut data Investing.com setelah sebelumnya mencapai titik tertinggi lebih dari dua bulan di atas 92. Untuk sepekan, indeks saat ini telah melonjak 2,25%.

USD/JPY turun 0,11% ke 110,08, EUR/USD melemah 0,15% di 1,1889, GBP/USD turun 0,37% di 1,3867 dan AUD/USD melemah 0,32% ke 0,7526.

Di Indonesia, rupiah makin beranjak turun 0,28% ke 14.390,0 per dolar AS sampai pukul 13.50 WIB.

Dolar AS masih menuai hasil dari Federal Reserve AS, bank sentral negara itu, mengambil sikap yang lebih hawkish dari yang diharapkan dan merencanakan dua kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun 2023, setahun lebih awal dari yang diharapkan.

Ini merupakan perubahan mendadak dari pertemuan sebelumnya ketika tidak ada pejabat yang menginginkan kenaikan selama tahun itu. Selain itu, Kepala Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah memulai pembicaraan untuk menghentikan program pembelian obligasi besar-besaran bank sentral.

Pergerakan ini menunjukkan kepada pasar bahwa hari-hari likuiditas yang berlimpah akan segera berakhir.

"Kami pikir tapering kemungkinan akan dikirim melalui telegram di Jackson Hole Symposium pada akhir Agustus, dengan pengumuman resmi pada pertemuan FOMC September, dan pengurangan pembelian yang sebenarnya terjadi di kuartal IV," pungkas analis di ABN Amro dalam catatan.

Sebelumnya Jumat, Bank of Japan mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah, seperti yang diharapkan, dan memutuskan untuk memperpanjang batas waktu enam bulan September untuk programnya yang membantu perusahaan yang dilanda dampak pandemi.

Ekonomi Jepang tengah berjuang untuk pulih dari langkah-langkah yang diberlakukan untuk memerangi virus, setelah produk domestik bruto turun 3,9% periode tahunan pada kuartal pertama.

Harga konsumen inti naik sebesar 0,1% pada Mei dari tahun sebelumnya, kenaikan tahun ke tahun pertama sejak Maret 2020 tetapi masih jauh dari target 2% bank sentral.

Pada hari Kamis, Swiss National Bank, bank sentral Turki dan Norges Bank semuanya mempertahankan suku bunga tidak berubah. Sedangkan, Bank sentral Norwegia memberi sinyal kenaikan bunga acuan pada bulan September seiring ekonominya pulih lebih cepat daripada sebagian besar rekan-rekan negara lainnya.

Dolar AS Kian Beranjak Naik, Sepekan Melonjak 2% Lebih
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email