Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday Diperpanjang: Diskon InvestingPro+ hingga 60% KLAIM PENAWARAN

Dolar AS Kembali Turun Pasca Notulen Fed; Euro Tunggu Kabar ECB

Forex 24/11/2022 15:06
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
EUR/USD
0,38%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GBP/USD
+0,34%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/JPY
-1,15%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AUD/USD
+0,51%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NZD/USD
+0,59%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
USD/SEK
-0,35%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Dolar AS lanjut melemah di awal perdagangan Eropa Kamis (24/11) petang, melanjutkan aksi jual sesi sebelumnya setelah notulen dari rapat Federal Reserve terbaru mengisyaratkan perlambatan kenaikan suku bunga di masa depan.

Pukul 15.05 WIB, indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya, turun 0,1% di 105,933, setelah jatuh 1% semalam.

Dolar AS mengalami aksi penjualan setelah notulen dari rapat Federal Reserve terbaru mengungkapkan "mayoritas penting" pengambil kebijakan memperkirakan perlambatan laju kenaikan suku bunga akan segera sesuai.

Fed menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,75 bps awal bulan ini, untuk keempat kalinya berturut-turut dalam upaya untuk meredam lonjakan inflasi, tetapi notulen sebagian besar memperkuat ekspektasi untuk kenaikan 50 basis poin pada awal Desember.

EUR/USD naik 0,1% ke 1,0407, diuntungkan dari aksi jual dolar saat trader menunggu rilis notulen rapat European Central Bank (ECB) terakhir nanti di sesi ini.

Inflasi Zona Euro melonjak di atas 10% pada bulan Oktober, tetapi PMI November mengindikasikan wilayah tersebut memasuki resesi, menciptakan dilema bagi para pengambil kebijakan ECB.

ECB pasti akan menaikkan suku bunganya signifikan, meskipun seberapa besar akhirnya akan tergantung tentang bagaimana situasi ekonomi tumbuh, kepala lembaga ekonomi Ifo Jerman mengatakan pada hari Selasa.

"ECB masih memiliki jalan yang cukup panjang di depannya," kata Clemens Fuest. "Itu sederhana karena baru saja dimulai terlambat."

Yang juga menarik yakni Indeks iklim bisnis Ifo Jerman, lantaran trader ingin melihat tingkat kepercayaan bisnis di ekonomi paling penting di zona euro.

GBP/USD naik 0,2% ke 1,2078, menambah kenaikan 1,5% sesi sebelumnya setelah data awal aktivitas ekonomi Inggris mengalahkan ekspektasi, meskipun masih menunjukkan kontraksi ekonomi.

Poundsterling telah pulih dengan kuat sejak jatuh ke rekor terendah 1,0327 pada bulan September ketika pemerintah Truss yang berumur singkat mengumumkan rencana pemotongan pajak besar yang tidak dianggarkan.

Di tempat lain, USD/JPY turun 0,6% di 138,79, di mana yen diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga bulan yang diuntungkan dari penurunan drastis imbal hasil Treasury AS setelah rilis risalah Fed.

AUD/USD yang sensitif terhadap risiko naik 0,3% menjadi 0,6748, sementara NZD/USD naik 0,1% menjadi 0,6245, memperpanjang kenaikan setelah Reserve Bank of New Zealand menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada hari Rabu, kenaikan suku bunga terbesar yang pernah ada.

USD/CNY turun 0,3% di 7,1485 setelah pemerintah China mengumumkan paket penyelamatan untuk sektor properti yang bermasalah di saat kasus COVID-19 terus meningkat.

USD/SEK turun 0,2% di 10,4379 menjelang rapat penetapan kebijakan terbaru oleh bank sentral Swedia. Riksbank diperkirakan akan meningkatkan suku bunga untuk mencoba dan membatasi inflasi tinggi.

"Untuk sementara waktu sepertinya kenaikan harga tercepat sudah berlalu. Sayangnya, harapan ini pupus mengingat hasil inflasi untuk bulan Oktober. Harga-harga naik dengan cepat dan di seluruh papan," analis di Nordea menjelaskan dalam sebuah catatan.

"Angka-angka tersebut kemungkinan akan mengkhawatirkan Riksbank dan memperkuat pandangan bahwa suku bunga kebijakan akan dinaikkan sebesar 75bp menjadi 2,50%."

Dolar AS Kembali Turun Pasca Notulen Fed; Euro Tunggu Kabar ECB
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email