Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Kembali Bergerak Naik, Didukung oleh Ketidakpastian Omicron

Forex06/12/2021 12:48
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar Amerika Serikat bergerak naik pada hari Senin (06/12) dengan ketidakpastian seputar varian omicron COVID-19 dan ekspektasi data inflasi AS yang lebih panas meningkatkan tekanan pada kebijakan suku bunga.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya naik 0,20% di 96,310 pukul 12.34 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY naik 0,20% ke 113,03. Rupiah masih lanjut melemah 0,28% di 14.435,0 per dolar AS hingga pukul 12.41 WIB.

Pasangan AUD/USD naik 0,24% di 0,7017 dan Reserve Bank of Australia akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Selasa. Pasangan NZD/USD naik 0,27% ke 0,6757.

Pasangan USD/CNY turun tipis 0,11% menjadi 6,3689, sedangkan GBP/USD naik tipis 0,03% menjadi 1,3236 pukul 12.37 WIB.

Mata uang Antipodean yang lebih berisiko memimpin upaya pembalikan di awal sesi, dibantu oleh pengamatan awal dari Afrika Selatan yang menunjukkan pasien omicron memiliki gejala yang relatif ringan.

Namun, analis ANZ Bank menyarankan, "kemungkinan kita harusnya mencari volatilitas daripada tren." Pengukur volatilitas untuk dolar Australia dan Selandia Baru mencapai level tertinggi sekitar delapan bulan pada hari Jumat.

Omicron tampaknya telah menyebar ke sekitar sepertiga negara bagian AS. Meskipun penelitian varian terus berlanjut, sebuah artikel oleh Dewan Penelitian Medis Afrika Selatan mengatakan mayoritas pasien COVID-19 dirawat karena alasan lain dan bergantung pada oksigen.

Pasar treasury juga bergejolak dalam beberapa sesi terakhir, di mana kurva imbal hasil AS mendatar tajam di atas ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan bergerak terlalu cepat untuk mengendalikan inflasi dan pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Laporan pekerjaan beragam hari Jumat juga memperkuat pandangan tentang pengurangan aset Fed yang lebih cepat. Data indeks harga konsumen yang akan dirilis pekan ini juga diharapkan mendukung pandangan tersebut dan mendorong dolar.

Pasar suku bunga berjangka telah memperkirakan kenaikan suku bunga AS untuk sekitar pertengahan 2022, tetapi hanya mencapai setinggi sekitar 1,5% pada akhir 2026 dan investor tetap waspada terhadap perubahan itu dengan cepat.

"Ini sulit untuk didamaikan. Ini menunjukkan pasar melihat Fed menghentikan kenaikan setelah lima kenaikan, jauh dari perkiraan median Fed," kepala riset Pepperstone Chris Weston mengatakan kepada Reuters.

Namun, angka inflasi tahun ke tahun di atas 7%, terhadap ekspektasi ekonom sebesar 6,7%, dapat mengubah banyak hal. "Inflasi dengan angka 7 sebagai angka besar akan membuat dolar naik," kata Weston.

Dolar AS Kembali Bergerak Naik, Didukung oleh Ketidakpastian Omicron
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Mas Andrachandra
Mas Andrachandra 06/12/2021 14:13
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
mantap
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email