Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Bergerak Turun, Investor Meninjau Laju Kenaikan Suku Bunga

Forex25/10/2021 12:32
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar AS bergerak turun pada hari Senin (25/10) setelah mengalami penurunan mingguan terbesar lebih dari sebulan dan investor mengukur laju relatif kenaikan suku bunga dari bank sentral.

Indeks Dolar AS melemah 0,12% ke 93,515 pukul 12.18 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY menguat tipis 0,16% di 113,64. Rupiah kembali melemah 0,48% di 14.187,5 per dolar AS hingga pukul 11.44 WIB.

Pasangan AUD/USD naik 0,29% ke 0,7486, dengan Australia akan merilis indeks harga konsumen pada hari Rabu. Pasangan NZD/USD naik 0,17% di 0,7165 di mana pasar Selandia Baru ditutup libur.

Pasangan USD/CNY turun tipis 0,02% di 6,3825 dengan China kini menghadapi penyebaran terbaru wabah COVID-19. Pasangan GBP/USD naik 0,21% ke 1,3780 pukul 12.24 WIB. Sekarang ada kemungkinan 60% bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Greenback melemah, terutama terhadap yen, setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada hari Jumat bahwa pengurangan aset harusnya segera dimulai. Namun, ia mengatakan bahwa belum saatnya menaikkan suku bunga. Pernyataan Powell muncul setelah investor memperkirakan kenaikan suku bunga Fed mulai paruh kedua tahun 2022. Namun, investor sudah mulai memangkas posisi long dolar sebagai antisipasi bahwa bank sentral lain akan bergerak lebih cepat.

Beberapa investor berhati-hati terhadap kenaikan lebih lanjut di mana Fed diperkirakan akan segera memulai pengurangan aset.

"Risiko dolar tetap condong ke atas," sebut analis mata uang Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY), Kim Mundy kepada Reuters.

"Anggota Fed perlahan-lahan mengakui bahwa risiko inflasi cenderung ke atas dan hasilnya adalah bahwa pasar suku bunga dapat terus menilai siklus kenaikan suku bunga Fed Funds yang lebih agresif yang dapat mendukung dolar."

Investor sekarang menunggu data AS, termasuk pesanan barang tahan lama inti yang akan dirilis pada hari Rabu dan PDB untuk kuartal III setelah sehari kemudian.

Bank of Japan dan European Central Bank juga akan memberikan keputusan kebijakan masing-masing pada hari Kamis.

Sementara itu, Lira Turki tampaknya akan melemah dan bank-bank pemerintah diperkirakan akan mengikuti penurunan suku bunga yang mengejutkan dari Bank Sentral Republik Turki.

Dolar AS Bergerak Turun, Investor Meninjau Laju Kenaikan Suku Bunga
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email