Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Dolar AS Beranjak Turun, Kekhawatiran terhadap Omicron Berkurang

Forex07/12/2021 13:19
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar Amerika Serikat turun pada Selasa (07/12) meski kekhawatiran terhadap varian omicron COVID-19 mulai surut.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya turun tipis 0,11% di 96,227 pada pukul 13.05 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY masih naik 0,19% di 113,68.

Rupiah beranjak menguat 0,21% ke 14.405,0 sampai pukul 13.11 WIB.

Pasangan AUD/USD menguat 0,47% di 0,7082 setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunganya tidak berubah sebesar 0,10% sebelumnya. Pasangan NZD/USD naik 0,16% ke 0,6767.

Pasangan USD/CNY turun tipis 0,10% di 6,3694. Data China yang dirilis sebelumnya menunjukkan ekspor tumbuh 22% tahun ke tahun, dan impor tumbuh 31,7% tahun ke tahun, di bulan November. Neraca perdagangan tercatat mencapai $71,72 miliar.

Pasangan GBP/USD naik 0,17% ke 1,3287 pukul 13.11 WIB.

"Meskipun masih ada banyak ketidakpastian atas dampak kesehatan dan ekonomi dari Omicron, investor telah menerima berita dari Afrika Selatan yang menunjukkan peningkatan dalam jumlah infeksi Omicron belum diikuti oleh gelombang besar angka pasien rawat inap," papar ahli strategi NAB Rodrigo Catril kepada Reuters.

Ntsakisi Maluleke, spesialis kesehatan masyarakat di Provinsi Gauteng Afrika Selatan, mengatakan selama akhir pekan bahwa pasien dengan omicron hanya menunjukkan gejala ringan.

Sementara itu, China melonggarkan kebijakan moneternya dengan memotong persyaratan cadangan bank untuk kedua kalinya pada tahun 2021. People's Bank of China akan mengurangi rasio persyaratan cadangan sebagian besar bank sebesar 0,5 poin persentase minggu depan, melepaskan CNY1,2 triliun ($188,16 miliar) dari likuiditas.

Reserve Bank of India akan menurunkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu. Federal Reserve AS, European Central Bank, dan Bank of England akan mengumumkan keputusan kebijakan pada minggu berikutnya.

Meskipun Reserve Bank of New Zealand menaikkan suku bunga menjadi 0,75% di bulan November, beberapa investor mengatakan bahwa langkah tersebut buruk untuk pertumbuhan.

"Sepertinya pasar lelah dengan berita baik Selandia Baru, dan kurang bersedia untuk menghargai mata uang menuju suku bunga yang lebih tinggi," sebut analis ANZ Bank dalam catatan.

“Mereka biasanya menandakan pertumbuhan yang kuat, tetapi di dunia yang terbatas pasokannya, tingkat yang lebih tinggi mungkin merupakan sinyal pertumbuhan yang lebih lambat yang akan datang. Tingkat kas tertinggi Selandia Baru, dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang akan datang, tentu saja tidak membantu dolar Selandia Baru.”

Dolar AS Beranjak Turun, Kekhawatiran terhadap Omicron Berkurang
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email