Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Yield Obligasi AS Turun Pagi Ini, Tenor 30 Tahun Sempat Capai Tertinggi 2019

Ekonomi19/03/2021 10:29
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Dhirendra Tripathi

Investing.com - Imbal hasil obligasi AS turun Jumat (19/03) pagi setelah sempat melonjak pada perdagangan Kamis (18/03) meskipun Federal Reserve sebelumnya menyatakan kenaikan suku bunga tidak akan terjadi.

Yield obligasi AS 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi 14 bulan di 1,75% pada Kamis kemarin sedangkan imbal hasil obligasi AS 30 tahun mencapai 2,51%. Imbal hasil 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak Agustus 2019. Pada pukul 10.09 WIB pagi ini, kedua nilai imbal hasil obligasi bergerak turun 0,8% lebih.

Market maker yakin kebijakan pengetatan akan datang lebih awal dari yang disiratkan oleh pernyataan Fed. Imbal hasil AS 5 tahun, lebih sensitif terhadap ekspektasi perubahan suku bunga jangka pendek, telah naik menjadi 0,87% dari sekitar 0,35% pada awal tahun perdagangan Kamis.

Menutup pertemuan dua hari, Federal Reserve pada hari Rabu mengubah perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2021. Bank sentral AS kini memproyeksi PDB tumbuh sebesar 6,5% di tahun ini, 230 basis poin lebih besar dari perkiraan 4,2% pada bulan Desember.

Satu basis poin adalah seperseratus poin persentase.

“Pasar telah menguji Fed untuk melihat seberapa tinggi mereka dapat menghadapi bunga obligasi AS jangka panjang. Konferensi pers FOMC kemarin sama dengan Juni 2013, ketika FOMC mengabaikan kenaikan imbal hasil jangka panjang dan meningkatkan ‘taper tantrum’. Inilah yang terjadi sekarang,” Robin Brooks, kepala ekonom di Institute of International Finance, mencuit di Twitter.

Brooks mengatakan pesan Fed adalah menahan bahkan ketika pertumbuhan dan inflasi mengalami peningkatan. "Tapi imbal hasil jangka panjang AS akan terus naik setelah hari ini, yang akan memberikan tekanan lagi pada EM FX (emerging market forex)...," cuit Brooks.

Para pemangku kepentingan pasar obligasi menafsirkan The Fed yang mengatakan akan membiarkan ekonomi menghangat sampai 10 juta pekerjaan yang hilang karena Covid-19 bisa pulih. Kenyamanan The Fed dengan inflasi yang lebih tinggi kemungkinan hanya membuat kesal para trader karena itu dapat mengikis nilai obligasi mereka. Nilai imbal hasil bergerak berbanding terbalik dengan harga.

Pemulihan ekonomi datang ketika triliunan dolar telah dipompa untuk membatasi kerusakan Covid-19, dan The Fed merasa belum perlu melepaskan diri.

Pukul 10.24 WIB Jumat (19/03), rupiah kembali melemah 0,49% di 14.460,0 per dolar AS menurut data Investing.com.

Yield Obligasi AS Turun Pagi Ini, Tenor 30 Tahun Sempat Capai Tertinggi 2019
 

Artikel Terkait

Melejit 391%, Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp 932 Juta
Melejit 391%, Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp 932 Juta Oleh Warta Ekonomi Online - 21/10/2021

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. berdasarkan data Indodax.com, harga aset kripto ini akhirnya tembus ke harga 900 juta rupiah atau Lebih tepatnya di angka Rp 932 juta (dengan kurs...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
asep sumirat
asep sumirat 19/03/2021 13:19
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email