Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Yield Obligasi 10 Tahun Jerman 2%; Pertama sejak 9 Tahun Silam, Euro Kian Turun

Ekonomi 23/09/2022 14:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
EUR/USD
-0,13%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DE10Y...
+0,17%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
IT10Y...
-0,10%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
TFMBMc1
-8,59%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Geoffrey Smith

Investing.com -- Euro mencapai level terendah baru dalam 20 tahun dan imbal hasil obligasi benchmark Jerman 10 tahun menyentuh 2% untuk pertama kalinya sejak tahun 2013 atau sembilan tahun lalu akibat kekhawatiran resesi dan minat yield yang tinggi semakin membebani sentimen terhadap aset zona euro.

Euro turun ke $0,9772, sedangkan imbal hasil Bund 10 tahun berkonsolidasi di sekitar 1,95% setelah sempat diperdagangkan ke titik high 2,01%.

Sentimen telah merosot lagi minggu ini setelah proyeksi Federal Reserve AS bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga hingga tahun depan, dan ini meningkatkan tekanan pada bank sentral lain untuk melakukan hal yang sama atau berisiko mengalami depresiasi cepat mata uangnya.

Bank sentral Jerman telah memperingatkan awal pekan ini bahwa tanda-tanda negara ekonomi terbesar Eropa itu jatuh ke dalam resesi berlipat ganda dengan cepat, sementara anggota Bank Sentral Eropa Isabel Schnabel menyampaikan kepada T-Online dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis bahwa Jerman kemungkinan akan terpukul lebih keras daripada sisa Zona Euro lain karena faktor kekurangan gas alam Rusia musim dingin ini.

"Resesi berpotensi tidak dapat dihindari di sini," tandas Schnabel.

Menambah ketidakpastian di Zona Euro saat ini yakni prospek pemilihan umum Italia yang, menurut jajak pendapat, akan mengembalikan pemerintahan koalisi sayap kanan di bawah kepemimpinan partai 'Brothers of Italy' yang dipimpin oleh Giorgia Meloni.

Anggota koalisi kemungkinan telah meredam retorika anti-Uni Eropa dan anti-euro mereka selama kampanye, tetapi keraguan masih tetap ada, apakah akan melaksanakan reformasi yang dibuat oleh Perdana Menteri Mario Draghi untuk memastikan bahwa Italia mendapat kucuran dana bantuan miliaran euro dari Uni Eropa untuk pemulihan dari pandemi.

Tanpa dana tersebut, pemerintah Italia yang baru mungkin kesulitan menghidupkan kembali pertumbuhan, terutama di lingkungan kenaikan suku bunga tinggi yang meningkatkan biaya pembayaran beban utangnya yang besar. Imbal hasil utang Italia 10 Tahun telah meningkat menjadi lebih dari 4,20%.

Yield Obligasi 10 Tahun Jerman 2%; Pertama sejak 9 Tahun Silam, Euro Kian Turun
 

Artikel Terkait

KAEF Rugi Rp205 Miliar Pada Semester I 2022
KAEF Rugi Rp205 Miliar Pada Semester I 2022 Oleh Pasar Dana - 01/10/2022 1

Pasardana.id- PT Kimia Farma Tbk (IDX:KAEF) menderita rugi bersih Rp205,12 miliar pada semester I 2022, atau memburuk dibanding semester I 2021 yang membukukan laba bersih Rp57,6...

Wall Street Lanjutkan Pelemahan
Wall Street Lanjutkan Pelemahan Oleh Pasar Dana - 01/10/2022 1

Pasardana.id - Wall Street melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya pada Jumat (30/9/2022) seiring mencuatnya kekhawatiran resesi. Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones...

GSMF Defisit Rp951 Miliar Pada Semester I 2022
GSMF Defisit Rp951 Miliar Pada Semester I 2022 Oleh Pasar Dana - 01/10/2022 1

Pasardana.id- PT Equity Development Invesment Tbk (IDX:GSMF) membukukan laba bersih sebesar Rp3,129 miliar pada semester I 2022, atau membaik dibanding periode sama tahun 2021 yang...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email