Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Wall Street Melemah Dipicu Protes “Lockdown” Tiongkok

Ekonomi 29/11/2022 06:15
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters. Wall Street Melemah Dipicu Protes “Lockdown” Tiongkok
 
US500
+0,82%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DJI
+0,54%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AAPL
+0,27%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
IXIC
+1,07%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

 

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (28/11/2022) dipicu berlangsungnya aksi protes terhadap lockdown yang berlangsung di Tiongkok.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 497,57 poin, atau sekitar 1,45 persen, menjadi 33.849,46. Indeks S&P 500 melorot 62,18 poin, atau sekitar 1,54 persen, menjadi 3.963,94. Indeks komposit NASDAQ Composite turun 176,86 poin, atau sekitar 1,58 persen, menjadi 11.049,50.

Protes yang awalnya berlangsung di kota besar Tiongkok seperti Beijing dan Shanghai mulai menyebar ke kota-kota kecil lainnya dan berpotensi menjadi sebuah gerakan nasional. Meluasnya aksi mogok kerja diperkirakan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Saham perusahaan teknologi Apple Inc (NASDAQ:AAPL) terjun 2,6 persen setelah aksi mogok kerja buruh pabrik perakitan Apple di Tiongkok diperkirakan akan mengurangi pengiriman produk Apple sebesar 5 persen.

Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks sektor properti dan energi masing-masing terjun 2,81 persen dan 2,74 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Januari 2022 turun 0,8 persen menjadi US$1.740,3 per ons. Indeks dolar AS naik 0,67 persen menjadi 106,625.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,7 persen, dipicu berlangsungnya aksi protes lockdown di Tiongkok.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 12,65 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 7.474,02. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 158,02 poin, atau sekitar 1,09 persen, menjadi 14.383,36.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 93,40 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 8.323,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 47,28 poin, atau sekitar 0,70 persen, menjadi 6.665,20.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,12 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2103 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,6 persen menjadi 1,1550 euro per pound.

 

Wall Street Melemah Dipicu Protes “Lockdown” Tiongkok
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email