Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday Diperpanjang: Diskon InvestingPro+ hingga 60% KLAIM PENAWARAN

The Residences at The St Regis Jakarta Akhirnya Gelar Topping Off

Ekonomi 18/08/2020 17:15
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. The Residences at The St Regis Jakarta Akhirnya Gelar Topping Off
 
JKPROP
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

PT Permadani Khatulistiwa Nusantara (PKN), yang merupakan usaha joint venture dari Rajawali Property Group (RPG) menggelar seremonial tutup atap alias topping off proyek The Residences at The St Regis Jakarta di Setiabudi, Kuningan pada Senin (17/8/2020). Momentum ini menandai pembangunan struktur proyek St Regis Jakarta telah rampung.

Presiden Direktur PT PKN Ferry Maruf mengakui bahwa topping off ini molor dari jadwal yang ditentukan sebelumnya, yakni April 2020.

Ferry mengatakan penyebab utamanya adalah kebijakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat pembangunan proyek dihentikan selama tiga bulan. Namun, kemudian dilanjutkan pada Juli 2020.

Baca Juga: Ya Tuhan, Pandemi Makin Gempur Sektor Properti Tanah Air

"Kontraktor kita kontraktor asing jadi lebih ketat. Jadi kita setop dulu selama PSBB. Baru setelah Lebaran di Juli begitu ada PSBB transisi kita lanjutkan lagi agar bisa topping off di 17 Agustus ini," kata Ferry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/8/20200).

Ferry mengakui pandemi membuat pembangunan St Regis Jakarta mengalami kendala. Di antaranya terhambatnya pasokan beberapa bahan material atau bahan bangunan yang 50%-nya berasal dari impor.

"Pandemi ini membuat delivery terganggu .Contoh fasad belum masuk ke Indonesia karena dari luar. Lalu marmer kita dari Italia. Jadi, mau tidak mau pasti ada perubahan," tambahnya.

Meski demikian Ferry memastikan proyek The Residences at The St Regis Jakarta telah menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan, termasuk pemeriksaan suhu, rapid test reguler oleh perusahaan, pengiriman makanan higienis, penggunaan masker, dan penerapan jarak sosial. Selain itu, pekerja konstruksi juga telah dikurangi, dari semula 3.000 menjadi 1300 pekerja.

"Dengan 100% selesainya struktur bangunan, proyek konstruksi melaporkan kemajuan positif dengan persentase penyelesaian di atas 70% untuk keseluruhan 62 lantai. Berikutnya 80% fasad telah dipasang, 70% kemajuan pengiriman marmer Italia yang diimpor, 75% pada instalasi mesin, kabel listrik dan perpipaan, 98% tender untuk furnitur dan perlengkapan lainnya telah diputuskan, sedangkan pengerjaan hardscape dan landscape telah mencapai 50%," paparnya.

Direktur Sales & Marketing PT PKN Swanny Hendrarta mengatakan meski terjadi keterlambatan jadwal akibat pandemi, pihaknya memastikan kualitas bangunan dari St Regis tetap terjaga.

"Kami mengedepankan quality dan kami tetap mengutamakan material bahan yang berasal dari luar," tegasnya.

Sekadar informasi The Residences at The St Regis Jakarta merupakan residensi mewah dengan total 62 lantai, yang akan menampilkan 195 Sky Residences dengan tiga kamar tidur berukuran mulai dari 355 hingga 373 meter persegi.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Rosmayanti
Foto: Boyke P. Siregar

The Residences at The St Regis Jakarta Akhirnya Gelar Topping Off
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email