Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Sri Mulyani Waspadai Risiko Baru Ancaman Ekonomi Dunia

Ekonomi 24/06/2022 08:15
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
Sri Mulyani Waspadai Risiko Baru Ancaman Ekonomi Dunia

Pasardana.id - Meski kasus covid-19 relatif landai, namun tetap ada risiko baru yang mengancam ekonomi dunia maupun dalam negeri. 
Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa Juni 2022, Kamis (23/6/2022).
 
"Kita melihat ada risiko baru yang muncul dalam perekonomian dunia akan mengancam outlook atau proses pemulihan," ujarnya.

Risiko baru tersebut yaitu berhubungan dengan pandemi covid-19. Karena di beberapa outbreaks covid-19 masih terjadi, misalnya di Tiongkok direspon dengan kebijakan zero covid-19 policy.

“Maka dengan adanya outbreaks mereka melakukan penutupan atau lockdown,” ujar Menkeu.

Selain itu, dampak dari berlangsungnya perang Rusia dan Ukraina menyebabkan harga-harga komoditas meningkat, disrupsi sisi supply yang pada saat pandemi telah terjadi mengalami kendala yang berkepanjangan. Hal ini tentu saja menyebabkan tekanan inflasi global yang meningkat.

Kondisi ini direspon dengan pengetatan moneter, dan pada saat yang sama banyak negara menghadapi ruang fiskal yang terpakai luar biasa pada saat pandemi tahun lalu. Sehingga ruang fiskalnya makin terbatas.

"Ini risiko baru dan membuat lembaga internasional melakukan revisi ke bawah proyeksi ekonomi 2022 dan bahkan 2023. IMF telah memproyeksikan ekonomi dunia tumbuh 3,6 persen dan jauh lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya di atas 4 persen," ujarnya.

Selanjutnya, IMF untuk tahun 2023 juga merevisi pertumbuhan ekonomi dunia kebawah menjadi 3,6 persen. Bank dunia juga sama, proyeksi ekonomi global hanya 2,9 persen atau turun 1,2 persen, untuk tahun 2023 juga direvisi kebawah dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 3 persen, atau turun 0,2 persen.

“Jadi, situasi kondisi pandemi yang terkendali dengan vaksinasi yang meluas dan kegiatan manufaktur serta pemulihan ekonomi di banyak negara, yang juga menimbulkan aktivitas ekonomi membaik mengalami downside risks. Inilah yang perlu kita monitor, waspadai, dan tentu kita respon,” pungkasnya.

Sri Mulyani Waspadai Risiko Baru Ancaman Ekonomi Dunia
 

Artikel Terkait

ANALIS MARKET (09/8/2022) : IHSG Berpotensi Sideways
ANALIS MARKET (09/8/2022) : IHSG Berpotensi Sideways Oleh Pasar Dana - 09/08/2022

Pasardana.id – Riset harian Bursa AS semalam ditutup bervariasi: DJIA +0.09%, S&P500 -0.01%, dan Nasdaq -0.10%; seiring munculnya kekhawatiran atas performa industri semikonduktor...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email